<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987</id><updated>2011-11-27T18:57:52.874-08:00</updated><title type='text'>Islam Bagi Seorang Muslim</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-3473771113560140990</id><published>2010-08-10T22:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T22:18:31.545-07:00</updated><title type='text'>HAKEKAT PUASA</title><content type='html'>&lt;a quote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Puasa  dalam  bahasa  Arab  &lt;em&gt;al-Shaum&lt;/em&gt;,   yang  artinya menahan. Orang-orang Arab biasa mengacu kata ini  pada  kuda yang tak mau lari atau tak mau diberi makan. Dalam Islam kata  al-shaum berarti menahan diri dengan sengaja dari apa  yang membatalkan  puasa (Muhaqqiq al-Hilli, Syara’ al-Islam)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Bagi   seorang muslim berpuasa bukan sekadar  menahan diri  dari makan  dan  minum  tetapi mengandung  makna tambahan ibadah, kesenangan batin,  moralitas dan hukum.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-337"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Puasa  juga mengandung makna pembangunan atau pembentuk­kan karakter,  penguasaan atas hawa  nafsu  dan  suatu inspirasi ke arah kreatifitas  individual dan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Puasa   juga  telah menjadi bagian  dari  pilar-pilar Islam  yang merupakan  kewajiban agama bagi semua  orang yang berimankan Tauhid, dan karena itu  barangsiapa yang menolaknya maka ia telah menjadi kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Puasa  juga  merupakan tanda  lahir  dari  ketaatan, penyerahan dan peribadatan kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasul  saww bersabda: Allah SWT berfirman:  &lt;em&gt;“Puasa  itu untuk-Ku, karena itu Akulah yang akan memberi  ganjar­aannya langsung!&lt;/em&gt;” (Bihar al-Anwaar 96:255)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dengan   puasa seorang muslim mengungkapkan  penyera­hannya (taslim) kepada  perintah Allah, sambutannya atas kehendak-Nya, dan merupakan penolakkan  yang tegas  atas penguasaan  hawa nafsu atas dirinya, dan hasrat  priba­dinya.  Puasa menjadi sebuah manifestasi dari  ketaatan  makhluk-Nya kepada Kehendak Yang Maha Kuasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/a quote&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ekspresi   yang diungkapkan lewat puasa ini  mewakili bentuk penguasaan  diri,  dan  usaha dalam  mengatasi kesenangan-kesenangan  jasadi dan  berbagai  kenikmatan badani demi kecintaan Allah yang penuh berkat,  kedeka­tan  kepada-Nya dan gairah untuk memperoleh keridhaan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Hal  ini merupakan suatu kemenangan cinta suci atas hawa nafsu dan keinginan  diri. Watak seperti ini  mewa­kili  penguasaan atas kenikmatan fana  untuk memperoleh kenikmatan abadi (yang telah dijanjikan Yang Mahakuasa)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Seseorang  yang berpuasa dengan senang hati  menjauh­kan  dirinya dari  kesenangan-kesenangan  hidup  tanpa faktor  pencegah atau penghalang  selain menaati  Allah SWT  dan menunjukkan pengabdian yang total atas   perin­tah-perintah-Nya. Kenyataan ini telah di sebutkan dalam khotbah   Nabi saww di atas: &lt;em&gt;“Setiap nafas yang  engkau tarik adalah tasbih (penyucian kepada Allah) dan tidur­mu adalah dalam ibadah&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dengan  demikian, seluruh waktu di dalam bulan Ramad­han menjadi peribadatan.  Setiap kegiatan dan  aktivitas manusia  beriman yang berpuasa menjadi   pengejewantahan ibadah, selama ia tidak melakukan perbuatan tercela.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Tidurnya   orang yang berpuasa, bahkan  setiap  hembusan nafasnya merupakan amal  ibadah, karena dari jasad orang yang berpuasa secara sungguh-sungguh  terpancar  kebera­daan ibadah yang terus menerus melalui pemantangan  dari merasakan hal-hal yang enak walaupun halal, yang diker­jakan  semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda: &lt;em&gt;“Orang   yang berpuasa itu dalam beribadah kepada Allah walaupun  iatidur di  ranjangnya selama ia  tidak meng­gunjing orang muslim lainnya&lt;/em&gt;.” (Al-Bihar 96:247)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “&lt;em&gt;Tidurnya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;orang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;berpuasa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ibadah,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;diamnya adalah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tasbih, do’anya mustajab (dikabulkan),&lt;span&gt; &lt;/span&gt;amalnya diterima.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sesungguhnya bagi seorang yang berpuasa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;di saat berbuka do’anya tidak tertolak&lt;/em&gt;!” (Bihar al-Anwar 93:360)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “&lt;em&gt;Sesungguhnya  ada  satu  surga yang pada  pintunya  ada penjaga yang melarang siapapun masuk kecuali orang-orang yang berpuasa&lt;/em&gt;.” (Al-Bihar 96:252)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, &lt;em&gt;“Bagi   orang  yang berpuasa itu  ada dua  kebahagiaan: kebahagiaan ketika  berbuka puasa dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya&lt;/em&gt;.” (Furu’ al-Kafi 4:65)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayyidah Fathimah az-Zahra as berkata, “&lt;em&gt;Dia (Allah  SwT) menjadikan puasa sebagai &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;penguat  keikh­lasan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;” (A’yan al-Syi’ah 1:316)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;PUASA SEBAGAI ZAKATNYA BADAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “Segala  sesuatu itu ada zakatnya, dan zakat badan  itu adalah puasa!” (Bihar al-Anwar 96:246)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;PUASA SEBAGAI PERISAI DARI SIKSA NERAKA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww  bersabda, “Hendaklah  engkau berpuasa, karena sesungguhnya  puasa itu  melindungimu  dari siksa Neraka  dan  jika engkau sanggup, di saat maut  datang kepadamu, sedangkan peru­tmu  dalam keadaan lapar maka  lakukanlah!”  (Bihar  al-Anwar 96:258)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;JAGALAH PUASA DAN SHALATMU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Rasulullah saww bersabda, “Bisa   saja orang yang berpuasa hanya memperoleh lapar dan haus saja dari  puasanya dan bisa pula  orang yang shalat malam hanya mendapatkan  ketidaktidurannya itu  dari shalat malamnya.” (Bihar al-Anwar 96:289)&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam  Ali as berkata, “Hakikat puasa itu adalah menjauhi segala yang  diharam­kan sebagaimana seseorang mencegah dirinya dari makan dan  minum.” (Al-Bihar 96:294)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;BUAH PUASA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Di dalam hadits  tentang Mi’raj-nya Nabi saww,  Nabi saww bertanya kepada Allah SWT:  “Wahai  Tuhan,  apakah yang diwariskan  dari puasa?”.  Allah  SWT  menjawab: “Puasa itu mewariskan hikmah, dan hikmah itu mewariskan  ma’rifat dan ma’rifat itu mewariskan keyakinan.  Maka apabila seorang  hamba telah memiliki keyakinan niscaya ia  tidak  lagi peduli apakah ia  bangun  di pagi hari dalam keadaan susah maupun dalam keadaan senang!”&lt;br /&gt;(Bihar al-Anwar 77:27)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;PUASA SEBAGAI SARANA  PENDIDIKAN RUHANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Semua  bentuk  peribadatan yang  diperintahkan  oleh Allah  SWT bukanlah  semata-mata praktek-praktek  ritua­lisme  agama  seperti yang  disalah  tafsirkan banyak orang.  Seluruh peribadatan tersebut merupakan  suatu  bentuk rinci dari pendidikan ruhani, psikologis, fisik dan  sosial. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Di  samping suatu sarana untuk  menunjukkan penyerahannya  yang total  kepada Allah  SWT, seluruh peribadatan  itu berfungsi dan berperan   penting  dalam memperbaiki dan mengembangkan  jiwa dan  kepribadian  seseorang,  yang  pada  gilirannya akan mempengaruhi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;masyarakat  secara positif sebagai suatu kesatuan yang utuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Seperti   puasa  bukanlah sekedar menahan  makan  dan minum dan hubungan seks  saja, tetapi juga menahan  diri dari  semua perbuatan yang merugikan  diri sendiri  dan orang  lain. Konsep ini akan membentuk secara   langsung sebuah masyarakat yang penuh kebajikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, &lt;em&gt;“Barangsiapa  yang berpuasa dalam bulan Ramadhan karena iman dan  mencari  keridhaan   Allah  serta melindungi telinganya, matanya dan lidahnya dari hal yang   merugi­kan orang lain, niscaya Allah akan menerima  puasanya,  mengampuni kesalahan-kesalahannya di masa lalu&lt;/em&gt;.” (Riwayat dari Imam Ali bin Abi Thalib)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dari Imam Muhammad al-Baqir as, bahwa Nabi saww bersab­da kepada sahabat Jabir bin Abdillah, “&lt;em&gt;Wahai  Jabir, barangsiapa berpuasa pada hari-hari bulan Ramadhan, mendirikan  shalat pada bagian-bagian malamn­ya,  menjaga hawa nafsu syahwatnya,   mengendalikan li­dahnya,  merendahkan pandangannya dan tidak  menyakiti  perasaan orang  lain niscaya akan terbebas  dari  dosa seperti pada saat  ia baru dilahirkan!&lt;/em&gt;” (Fasting A Divine Banquet)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ja’far al-Shadiq as meriwayatkan dari ayah-kakekn­ya, bahwa Rasulullah saww bersabda, “&lt;em&gt;Apabila   seseorang berpuasa menjawab  ketika  dicerca: “Damai atas kamu, saya  tidak akan mencerca seperti yang anda lakukan.”, niscaya Allah SWT akan  berfirman, “Demi Puasa, hamba-Ku telah menyelamatkan dirinya dari   keja­hatan hamba-Ku yang lain, maka Aku anugerahkan  perlin­dungan dari  siksa Neraka&lt;/em&gt;.” (Fasting A Divine Banquet)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;NASIHAT IMAM JA’FAR ASH-SHADIQ AS KEPADA SEORANG MUSLIM YANG BERPUASA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Bilamana   anda berpuasa, jagalah pendengaran dan  pen­glihatan  anda  dari yang  haram, dan  jagalah  seluruh anggota  tubuh anda dari perbuatan yang  buruk.  Jangan mencerca atau menyakiti seorang pelayan. Berlaku  horma­tlah sebagaimana mestinya seorang yang sedang berpuasa. Diam dan  tenanglah serta selalu berdzikir kepada Allah. Jangan menganggap hari  puasa anda sebagai hari  biasa, karena tahanlah diri anda dari  berhubungan seks, menci­um dan tertawa nyaring, karena Allah tidak  menyukainya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;.” (Fasting A Divine Banquet)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;PERINGATAN NABI SAWW &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa  yang menggunjing saudara muslimnya  maka puasanya tidak sah dan  wudu’nya nihil. Apabila ia  mati dalam  keadaan seperti itu maka ia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mati dalam  keadaan seperti  orang yang menghalalkan apa  yang  diharamkan Allah&lt;/em&gt;.” (Fasting A Divine Banquet)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;KEDERMAWANAN DALAM BULAN RAMADHAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam  Ja’far ash-Shadiq as meriwayatkan bahwa datukn­ya, Imam Ali Zainal  Abidin biasa membebaskan 20  orang budak atau lebih pada hari terakhir  bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;(Fasting A Divine Banquet)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;PUASA MENAJAMKAN SENSITIFITAS KEPEDULIAN SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “&lt;em&gt;Allah  mewajibkan puasa untuk mempersamakan si kaya dengan si miskin. Dengan   puasa orang kaya  akan  merasakan deritanya  lapar untuk menimbulkan  rasa belas  kasihnya kepada si miskin, karena selama ini si kaya tidak  pernah merasakannya. Allah menghendaki untuk  menempat­kan   makhluk-makhluk-Nya pada suatu pijakan  yang  sama dengan jalan membuat  si kaya turut merasakan nestapanya lapar, sehingga ia menaruh belas  kasihan kepada  orang yang lemah dan lapar&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;(Bihar al-Anwar 96:371) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;TANGGAL TANGGAL PENTING DI BULAN RAMADHAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, &lt;em&gt;“Taurat   diturunkan  pada  6 Ramadhan,  Injil  pada  12 Ramadhan, Kitab Zabur  pada 18 Ramadhan dan Furqan  (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar&lt;/em&gt;!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ketika Imam Ash-Shadiq as ditanya tentang Lailatul Qadar, beliau mengatakan: &lt;em&gt;“Carilah ia pada malam ke-19, ke-21 atau ke-23&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;*  Pada bulan Ramadhan, Rasulullah saww kehilangan 2 orang yang dicintainya, Khadijah as, isterinya dan  Abu Thalib, pamannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;*   Pada  19 Ramadhan 40 H, Imam Ali bin Abi  Thalib  as ditetak kepalanya  yang mulia oleh pedang seorang durjana,  Abdur­ Rahman  ibn  Muljam,   ketika  beliau  sedang  mengimami shalat subuh, dan pada 21 Ramadhan-nya  beliau syahid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;* Pada 15 Ramadhan 2 H, Imam Hasan as, cucu Nabi Saw dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;*  Pada 2 Ramadhan 2 H, terjadi perang Badar yang  dime­nangkan  oleh   kaum  muslimin  atas  orang-orang  Kafir Quraisy,  di mana tentara  muslimin pada saat itu  hanya berjumlah  313 orang sementara kaum   kafirin  berjumlah 1000 orang!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;* Pada bulan Ramadhan Th 8 H, Makkah jatuh  ke  tangan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Laa hawla wa laa quwwata illa billah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-3473771113560140990?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/3473771113560140990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=3473771113560140990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/3473771113560140990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/3473771113560140990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/08/hakekat-puasa.html' title='HAKEKAT PUASA'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-2724460905814479166</id><published>2010-08-05T22:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T22:07:35.576-07:00</updated><title type='text'>MENYAMBUT BULAN SUCI ROMADHON</title><content type='html'>&lt;p&gt;Poro hadirin hadirot ingkang kulo hurmati !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Monggo wonten ing kesempatan meniko kulo lan panjenengan sedoyo sami  muji syukur dumateng ngarsonipun Alloh SWT. Kranten Alloh sampun paring  Rohmat, Ni’mat dateng kito sedoyo ingkang arupi tetepipun Iman lan  Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingkang kaping kalihipun mugiho Rahmat lan Salam Bahagia Alloh selalu  dipun limpahaken kanjeng Nabi Muhammad SAW, poro ahli keluarga lan poro  sohabatipun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Poro Rawuh ! monggo kulo lan panjenengan sedoyo meniko samiyo  ningkataken anggenipun taqwa dumateng Alloh SWT. Tegesipun kito  nindakkaken perintahipun, shoho nebihi dateng laranganipun, dene  termasuk perintahipun Alloh inggih meniko : Alloh sampun majibaken  dateng kito sedoyo inggih meniko nglampahi poso wonteng ing wulan  Romadhon, Alloh sampun dawuh wonteng Al-Qur’an :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingkang artosipun :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Hei wong-wong kang podo iman, den wajibake marang siro kabeh  nglakoni poso. Koyo dene den wajibake maring wong-wong sakdurunge siro  kabeh. Supoyo siro podo taqwa&lt;/em&gt;” (Al-Baqarah : 183).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pramilo saking meniko, monggo kedatangan wulan Romadhon meniko kito  sambut kanti gembira. Kito penuhi mawi kegiatan-kegiatan, tadarrus  Al-Qur’an, Shodaqoh dateng fakir miskin, lan sanes-sanesipun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dene ingkang pokok inggih meniko, wonten ing wulan Ramadhan meniko  kito tindakaken poso kanti khusus’ khitmah, shoho nebihi  larangan-larangan ingkang nimbulaken batalipun poso. Kados dene guneman  ingkang awon, ngrasani tiyang sanes, lan lintu-lintunipun. Kranten  menurut sebagian Ulama’, tembung poso meniko bahasa arabipun saking kata  &lt;strong&gt;صَوْمٌ&lt;/strong&gt; ingkang hurufipun wonten tigo. Inggih meniko  huruf Shod, huruf Wawu lan huruf Mim. Tigang huruf meniko anggadahei  makna/arti piyambak-piyambak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dene ingkang No. 1 (huruf shod) meniko sangking kata Shumtum (&lt;strong&gt;صُمْتٌ&lt;/strong&gt;)  ingkang artosipun meneng. Berarti tiyang poso, meniko kedah meneng  lisanipun saking guneman ingkang awon, utawi meneng saking ngrasani lan  sanesipun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;No. II (huruf Wawu) meniko saking kata Waro’un (&lt;strong&gt;وَرَعٌ&lt;/strong&gt;)  utawi Wiro’i. Ingkang maksudipun bilih tiang poso meniko kedah wira’i  utawi nebihi sangking perkawis ingkang haram, utawi perkawis-perkawis  ingkang dipun cela/dipun wodho minggahipun syara’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;No. III (huruf Mim) meniko saking kata Malakun (&lt;strong&gt;مَلَكٌ&lt;/strong&gt;)  ingkang artosipun ngeker, utawi mencegah, tegesipun bilih tiang poso  meniko kedah saget ngeker lan nyegah perkawis-perkawis ingkang  ndadosaken batalipun poso.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Poro hadirin hadirot ingkang kulo hormati ! Sak derengipun kulo  akhiri anggen kulo matur, manggo sepindah malih, datengipun wulan  Romadhon  meniko kito isi kanti amalan-amalan ingkang sahe. Supados  mangke medal saking wulan Romadhon kito angsal nilai-nilai ibadah  ingkang sahe. Sehinggo saget dipun sepunten duso-duso kito. kranten  kanjeng ingkang sahe, sehinggo saget dipun sepunten duso-duso kito.  kranten kanjeng Nabi dawuh :&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَا بًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingkang artosipun :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Sopo wonge jumenengi wulan Romadhon kanti Iman lan nuprih krono Alloh. Mongko den ngapuro duso-dusone kang &lt;/em&gt;&lt;em&gt;wis&lt;/em&gt;&lt;em&gt; kliwat”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Poro rawuh….kintenipun cekap semanten atur kulo sedoyo kelepatan, kulo nyuwun pangapunten lahir lan batin.&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;و بالله التو فيق و الهداية&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;والسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-2724460905814479166?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/2724460905814479166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=2724460905814479166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/2724460905814479166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/2724460905814479166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/08/menyambut-bulan-suci-romadhon.html' title='MENYAMBUT BULAN SUCI ROMADHON'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-733103344594030725</id><published>2010-07-10T22:05:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T22:06:24.506-07:00</updated><title type='text'>BENARKAH SHAF YANG PALING UTAMA BAGI WANITA DALAM SHALAT ADALAH SHAF YANG PALING BELAKANG</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya :  Kaum wanita di bulan  Ramadhan berlomba-lomba untuk mendapatkan shaf paling belakang  dalam  shalat berjamah di masjid, mereka enggan duduk di shaf pertama sehingga  hal itu menyebabkan shaf-shaf pertama di tempat shalat kaum wanita  menjadi kosong, dan sebaliknya shaf terakhir penuh membludak hingga  menutupi jalan bagi kaum wanita yang ingin menuju ke shaf depan, hal ini  mereka lakukan berdasarkan sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sebaik-baiknya shaf wanita (dalam shalat) adalah shaf paling belakang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon penjelasan anda tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Mengenai hal ini detailnya sebagai berikut : Jika kaum wanita itu shalat  dengan adanya tabir pembatas antara mereka dengan kaum pria maka shaf  yang terbaik adalah shaf yang terdepan karena hilangnya hal yang  dikhawatirkan terjadi antara pria dan wanita. Dengan demikian  sebaik-baik shaf wanita adalah shaf pertama sebagaimana shaf-shaf pada  kaum pria, karena keberadaan tabir pembatas itu dapat menghilangkan  kekhawatiran terjadinya fitnah. Hal ini berlaku jika ada tabir pembatas  antara pria dan wanita. Dan bagi kaum wanita pun harus meluruskan,  menertibkan dan mengisi shaf depan yang kosong, kemudian shaf  berikutnya, sebagaimana ketetapan ini berlaku pada shaf kaum pria. Jadi,  ketetapan-ketetapan ini berlaku bila ada tabir pemabatas. (Salafusholeh / Almanhaj.or.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-733103344594030725?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/733103344594030725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=733103344594030725' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/733103344594030725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/733103344594030725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/07/benarkah-shaf-yang-paling-utama-bagi.html' title='BENARKAH SHAF YANG PALING UTAMA BAGI WANITA DALAM SHALAT ADALAH SHAF YANG PALING BELAKANG'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-6831709268311683469</id><published>2010-06-15T22:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T22:04:09.740-07:00</updated><title type='text'>Shalat Seseorang Batal Dikarenakan Ada Wanita Yang Melintas Di Hadapannya</title><content type='html'>Berdasarkan ini Imam Al-Bukhari mengkategorikan hadits ini dalam “Bab  Pembatas Shalat Di Mekkah Dan Tempat Lainnya”, dengan demikian hadits  ini bersifat umum, sehingga jika seseorang wanita berjalan di antara  orang yang sedang shalat dengan tempat sujudnya, atau jika seorang  wanita berjalan di antara orang yang sedang shalat dengan pembatasnya,  atau jika seorang wanita berjalan di antara orang yang sedang shalat  dengan pembatasnya, maka wajib bagi orang yang melakukan shalat itu  untuk mengulangi shalat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecuali jika yang sedang shalat ini  adalah seorang makmum yang shalat di belakang imam, karena pembatas pada  imam adalah juga merupakan pembatas bagi orang yang shalat di  belakangnya. Dengan demikian dibolehkan bagi seseorang untuk berjalan  dihadapan orag yang shalat di belakang imam dan tidak berdosa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-6831709268311683469?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/6831709268311683469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=6831709268311683469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/6831709268311683469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/6831709268311683469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/08/shalat-seseorang-batal-dikarenakan-ada.html' title='Shalat Seseorang Batal Dikarenakan Ada Wanita Yang Melintas Di Hadapannya'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-3312964160854454622</id><published>2010-06-03T21:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T21:58:00.644-07:00</updated><title type='text'>WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia, times new roman, times, serif;font-size:100%;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang  berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik  untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan  baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang  sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan  waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan  kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun  waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[1]. Sepertiga Akhir Malam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap  malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu  berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa  yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta  ampun, pasti Aku akan mengampuninya" . [Shahih Al-Bukhari, kitab  Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[2]. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin '&lt;/span&gt;&lt;span id="lw_1189645169_0" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); height: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia, times new roman, times, serif;font-size:100%;"&gt;Amr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia, times new roman, times, serif;font-size:100%;"&gt; bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang  tidak ditolak". [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu  1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya  oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[3]. Setiap Selepas Shalat Fardhu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,  beliau menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu".&lt;br /&gt;[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[4]. Pada Saat Perang Berkecamuk&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat  adzan dan doa tatkala peang berkecamuk". [Sunan Abu Daud, kitab Jihad  3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam  Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan  Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[5]. Sesaat Pada Hari Jum'at&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidak bertepatan  seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah  melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya  akan sedikitnya waktu tersebut". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat  7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang sesaat itu  tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan  waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan  oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemungkinan besar  waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga  selesai shalat Jum'at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang  yang menunggu shalat maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;6]. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari '&lt;/span&gt;&lt;span id="lw_1189645169_1" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); height: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia, times new roman, times, serif;font-size:100%;"&gt;Amr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia, times new roman, times, serif;font-size:100%;"&gt; bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun  padamalam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau  akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya" . [Sunan Ibnu Majah, bab  Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190]&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "ta'ara minal lail" terbangun dari tidur pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[7]. Doa Diantara Adzan dan Iqamah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah". [Sunan Abu Daud,  kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87.  Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab  Tamamul Minnah hal. 139]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[8]. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhl ah berdoa sebab  saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". [Shahih Muslim, kitab Shalat  bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[9]. Pada Saat Sedang Kehujanan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada  waktu kehujanan". [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi  2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak  atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat  khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;[10]. Pada Saat Ajal Tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Dari  Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari  wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu  beliau memejamkannya kemudian bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan&lt;br /&gt;mengikutinya'  . Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : 'Janganlah kalian berdoa  untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa  yang kamu ucapkan". [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[11]. Pada Malam Lailatul Qadar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu  turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk  mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit  fajar". [Al-Qadr : 3-5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan  Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud  Dzakirin hal. 56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;[12]. Doa Pada Hari Arafah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari '&lt;/span&gt;&lt;span id="lw_1189645169_2" style="cursor: pointer; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); height: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia, times new roman, times, serif;font-size:100%;"&gt;Amr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia, times new roman, times, serif;font-size:100%;"&gt; bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah".&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-3312964160854454622?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/3312964160854454622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=3312964160854454622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/3312964160854454622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/3312964160854454622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/06/waktu-waktu-yang-mustajab.html' title='WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-2332661237939791763</id><published>2010-05-20T21:51:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T21:54:20.072-07:00</updated><title type='text'>Rahasia Do’a 999% Mustajab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-13Tk-CFwI/AAAAAAAABLA/FbCh2w_FYBw/s1600/untitled-1-berdoa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 236px; height: 236px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-13Tk-CFwI/AAAAAAAABLA/FbCh2w_FYBw/s1600/untitled-1-berdoa.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a atau berdo’a tidak asing lagi bagi telinga kita. Hampir semua agama dan kepercayaan mengajarkan kepada pengikutnya untuk senantiasa bedo’a. sebab do’a adalah pengingat ketika keberhasilan dapat diraih,maka kita sadar itu merupakan karunia Alloh, jika kegagalan yang datang, maka do’a sebagai benteng dari putus asa, karena dari situ kita tahu betapa lemahnya kita,tanpa pertolongan-Nya mustahil kita mampu menjalani hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang menggap do’a sebagai “pesugihan” yang halal, mungkin anda sudah mencari do’a manjur,do’a paling mujarab,do’a paling ampuh, atau juga mendatangi tempat berdo’a yang maqbul, mungkin juga sudah menyempatkan waktu untuk memasuki waktu mustajabnya do’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita merasa kalau do’a kita ditolak oleh Alloh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai do’a sudah dilantunkan, bermacam cara bahkan tidak jarang kita meluangkan waktu, mencari saat dan tempat yang konon mustajab untuk berdo’a, namun semua itu nyaris tidak membawa hasil, bahkan yang lebih tragis, nikmat yang kita harapkan malah laknat yang datang. Kehidupan yang layak, rejeki yang melimpah,isteri yang cantik,kendaraan mewah selalu kita panjatkan agar itu berpihak pada kita, namun bukannya mendekat, malah menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rahasia do’a makbul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun terombang-ambung diantara harapan dan putus asa, kadang pertanyaan- pertanyaan datang bertubi-tubi. Kenapa Alloh masih enggan mengabulkan do’aku? Apa salahku? Kurang apalagi? Puasa sudah,berdo’a sudah,beramal sudah, tapi koq masih begini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 tahapan yang harus kita lakukan agar do’a kita maqbul, bahkan dijamin pasti insya Alloh manjur ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Syukur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita bertanya, hidup saja susah apa yang mau disyukuri? Inilah kesalahan kita. Coba kita renumgkan ! andai kita mempunyai anak, anak kita minta mobil-mobilan, karena kita sayang kita kasih, tapi anak itu lupa membawa pulang mainannya ketika bermain dengan kawan-kawannya. Hilanglah mainan itu. Keesokan harinya dia merengek minta dibelikan lagi,kita pun membelikannya, dan kejadian pertama terulang lagi. Lantas jika anak kita itu minta lagi apa jawab kita? Apa akan langsung membelikannya? Tentu kita akan marah bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Alloh tidak seperti kita, namun kita hendaknya tahu diri, bagaimana Alloh akan mengabulkan do’a kita jika nikmat yang sudah ada saja tidak pernah disyukuri, ini namanya tidak tahu berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling penting adalah ; do’a itu bisa di ijabah atau ditolak oleh Alloh, tapi syukur pasti akan diterima ( bagaimana syukur yang benar? akan dilanjutkan dalam tulisan berikutnya , insya Alloh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bersyukur, maka Alloh akan menambahi anugerah-Nya kepada kita tanpa kita minta sekalipun. Alloh berfirman ; “Jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” QS. An Nahl : 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Malu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepantasnya kita malu, mungkin kita tidak diberi harta lebih, tapi kita masih diberi akal, tangan, kaki dan yang lebih penting kita masih hidup, tapi kenikmatan2 itu sekan tidak berarti apa-apa bagi kita, kita mendefinisikan nikmat itu hanya berupa harta,tahta,wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Istighfar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohonlah ampun kepada Alloh, atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Alloh dengan di awali dan dilandasi 3 hal tersebut do’a kita akan di kabulkan oleh Alloh. Dengan catatan semua itu dilakukan dengan benar tanpa direkayasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-2332661237939791763?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/2332661237939791763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=2332661237939791763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/2332661237939791763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/2332661237939791763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/05/rahasia-doa-999-mustajab.html' title='Rahasia Do’a 999% Mustajab'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-13Tk-CFwI/AAAAAAAABLA/FbCh2w_FYBw/s72-c/untitled-1-berdoa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-5426969021353381897</id><published>2010-04-20T21:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T21:42:25.911-07:00</updated><title type='text'>MALAM PERTAMA ANDA DALAM KUBUR</title><content type='html'>Satu hal sebagai bahan renungan kita… Tuk&lt;br /&gt;merenungkan indahnya malam pertama&lt;br /&gt;Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata.&lt;br /&gt;Bukan malam pertama masuk ke peraduan, Adam dan Hawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang&lt;br /&gt;Mauuut. Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara.&lt;br /&gt;Hari itu…mempelai sangat dimanjakan&lt;br /&gt;Mandipun…harus dimandikan Seluruh badan kita&lt;br /&gt;terbuka….Tak ada sehelai benangpun menutupinya.&lt;br /&gt;Tak ada sedikitpun rasa malu…Seluruh&lt;br /&gt;badan digosok dan dibersihkan&lt;br /&gt;Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan.&lt;br /&gt;Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih…Itulah sosok&lt;br /&gt;kita….Itulah jasad kita waktu itu Setelah dimandikan.. .,Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna&lt;br /&gt;putih. Kain itu … jarang orang memakainya…&lt;br /&gt;Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan&lt;br /&gt;Wewangian ditaburkan ke baju kita…&lt;br /&gt;Bagian kepala..,badan. .., dan kaki…, diikatkan&lt;br /&gt;Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah kita.&lt;br /&gt;Keranda pelaminan… langsung disiapkan&lt;br /&gt;Pengantin bersanding sendirian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelai di arak keliling kampong bertandukan&lt;br /&gt;tetangga. Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita.&lt;br /&gt;Diiringi langkah gontai seluruh keluarga. Serta rasa haru para handai taulan.&lt;br /&gt;Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus&lt;br /&gt;Akad nikahnya bacaan talkin…&lt;br /&gt;Berwalikan liang lahat… Saksi - saksinya&lt;br /&gt;nisan-nisan. yang tlah tiba duluan. Siraman air&lt;br /&gt;mawar..pengantar akhir kerinduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya…. .Tiba masa pengantin…&lt;br /&gt;Menunggu dan ditinggal sendirian…&lt;br /&gt;Tuk mempertanggungjawab kan seluruh&lt;br /&gt;langkah kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pertama bersama KEKASIH…Ditemani rayap -&lt;br /&gt;rayap dan cacing tanah……….. Di kamar bertilamkan&lt;br /&gt;tanah…. Dan ketika 7 langkah tlah pergi….Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat….&lt;br /&gt;.Kita tak tahu apakah akan memperoleh. Nikmat Kubur….Ataukah kita&lt;br /&gt;kan memperoleh Siksa Kubur…..Kita tak tahu…dan tak seorangpun&lt;br /&gt;yang tahu….&lt;br /&gt;Tapi anehnya kita tak pernah galau…..&lt;br /&gt;ketakutan… .&lt;br /&gt;Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima.&lt;br /&gt;Kita sungkan sekali meneteskan air mata… Seolah barang berharga yang&lt;br /&gt;sangat mahal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia Kekasih itu…. Menetapkanmu ke syurga..&lt;br /&gt;Atau… melemparkan dirimu ke&lt;br /&gt;neraka…. Tentunya kita berharap menjadi ahli&lt;br /&gt;syurga…&lt;br /&gt;Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama&lt;br /&gt;ini…&lt;br /&gt;Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak&lt;br /&gt;menemanimu Bukan aku tak&lt;br /&gt;setia…Bukan aku berkhianat.. ..Tapi itulah komitmen&lt;br /&gt;azali tentang&lt;br /&gt;hidup dan kehidupan, Tapi percayalah.. .aku pasti kan&lt;br /&gt;mendo’akanmu.&lt;br /&gt;..Karena …aku sungguh menyayangimu. ..&lt;br /&gt;Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga&lt;br /&gt;Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat….. , jika ini adalah bacaan terakhirmu. Jika&lt;br /&gt;ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu Ambillah&lt;br /&gt;hikmahnya… . Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….&lt;br /&gt;Terlebih jika aku harus mendahuluimu. …Ikhlaskan dan&lt;br /&gt;maafkan seluruh khilafku&lt;br /&gt;Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu.&lt;br /&gt;….kalau tulisan ini ada manfaatnya.. .. Silakan di print out dan kau&lt;br /&gt;simpan sebagai renungan…&lt;br /&gt;Siapa tahu …suatu saat kau ingat padaku Dan…aku&lt;br /&gt;tlah di alam lain…. Satu pintaku padamu… Tolong do’akan aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/SwOXnc2YDAI/AAAAAAAAAO0/2K3OMzPTTq0/s1600/mayat1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 499px; height: 413px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/SwOXnc2YDAI/AAAAAAAAAO0/2K3OMzPTTq0/s1600/mayat1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-5426969021353381897?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/5426969021353381897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=5426969021353381897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5426969021353381897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5426969021353381897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/04/malam-pertama-anda-dalam-kubur.html' title='MALAM PERTAMA ANDA DALAM KUBUR'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/SwOXnc2YDAI/AAAAAAAAAO0/2K3OMzPTTq0/s72-c/mayat1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-2967986977726500658</id><published>2010-03-20T21:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T21:32:17.599-07:00</updated><title type='text'>URIP MUNG MAMPIR NGOMBE</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div id="item_body" class="bodytext" author="syifauwongmantren" is_pmrepliable="1" author_possessive="syifauwongmantren's"&gt;&lt;p&gt;Begitulah pepatah jawa....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehabis dahaga tlah sirna perjalanan hidup nan sesungguhnya musti dimulai. Secepat itulah kehidupan dunia nan fana ini, So siap-siapin bekal buat kehidupan yg akan datang setelah kematian kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bayang kan ketika anda dalam pemakaman diri anda sendiri, apa yang ingin anda unkapkan pada orang yang menutup papan kubur kita yang terakhir.  anda pasti  berharap ingin hidup kembali dan memberikan kebaikan kebaikan serta mencari amal ibadah untuk bekal anda dalam kubur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Subhanallah&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-2967986977726500658?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/2967986977726500658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=2967986977726500658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/2967986977726500658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/2967986977726500658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/03/urip-mung-mampir-ngombe.html' title='URIP MUNG MAMPIR NGOMBE'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-5475899230397692694</id><published>2010-02-20T21:19:00.000-08:00</published><updated>2010-08-20T21:27:00.517-07:00</updated><title type='text'>PRINSIP-PRINSIP AJARAN ISLAM TENTANG HALAL DAN HARAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SETIAP YANG HALAL TIDAK MEMERLUKAN YANG HARAM&lt;/span&gt; &lt;p&gt;  SALAH satu kebaikan Islam dan kemudahannya yg dibawakan utk  kepentingan ummat manusia ialah “Islam tidak mengharamkan sesuatu  kecuali di situ memberikan suatu jalan keluar yg lbh baik guna mengatasi  keperluannya itu. ”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini seperti apa yg diterangkan oleh Ibnul Qayim  dalam A’lamul Muwaqqi’in 2: 111 dan Raudhatul Muhibbin halaman 10.  Beliau mengatakan: Allah mengharamkan mereka utk mengetahui nasib dgn  membagi-bagikan daging pada azlam (8) tetapi di balik itu Ia berikan  gantinya dgn doa istikharah. Allah mengharamkan mencari untung dgn  menjalankan riba; tetapi di balik itu Ia berikan ganti dgn suatu  perdagangan yg membawa untung. Allah mengharamkan berjudi tetapi di  balik itu Ia berikan gantinya berupa hadiah harta yg diperoleh dari  berlomba memacu kuda unta dan memanah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah juga mengharamkan sutera  tetapi di balik itu Ia berikan gantinya berupa aneka macam pakaian yg  baik-baik yg terbuat dari wool kapuk dan cotton. Allah telah  mengharamkan berbuat zina dan liwath tetapi di balik itu Ia berikan  gantinya berupa perkawinan yg halal. Allah mengharamkan minum minuman  keras tetapi dibalik itu Ia berikan gantinya berupa minuman yg lazat yg  cukup berguna bagi rohani dan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan begitu juga Allah telah  mengharamkan semua macam makanan yg tidak baik tetapi di balik itu Ia  telah memberikan gantinya berupa makanan-makanan yg baik. Begitulah  kalau kita ikuti dgn saksama seluruh hukum Islam ini maka akan kita  jumpai di situ bahawa Allah s. w. t. tidak memberikan suatu kesempitan  kepada hambanya melainkan di situ juga dibuka suatu keleluasaan di segi  lain. Kerana Allah samasekali tidak menginginkan utk mempersukar  hambaNya dan membuat takut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan Ia berkehendak utk memberikan  kemudahan dan kebaikan serta betas-kasih kepada hambaNya. Sebagaimana  difirmankan sendiri oleh Allah dalam al-Quran:  “Allah berkehendak akan  menerangkan kepadamu dan memberikan petunjuk kepadamu tentang cara-cara  yg dilakukan orang-orang sebelum kamu dan Allah juga berkehendak utk  menerima taubatmu dan Allah adl Zat yg Maha Mengetahui dan Maha  Bijaksana. Allah berkehendak utk menerima taubatmu tetapi orang-orang yg  mengikuti keinginan hawa nafsunya itu berkehendak utk berpaling dgn  palingan yg sangat. Allah berkehendak utk memberikan keringanan kepadamu  sebab manusia itu dicipta dgn keadaan yg lemah. ” (blog.re.or.id)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-5475899230397692694?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/5475899230397692694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=5475899230397692694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5475899230397692694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5475899230397692694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/02/prinsip-prinsip-ajaran-islam-tentang.html' title='PRINSIP-PRINSIP AJARAN ISLAM TENTANG HALAL DAN HARAM'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-4248483305041582291</id><published>2010-01-01T18:14:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T18:25:19.324-08:00</updated><title type='text'>Mengenal Makanan Haram</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.halalguide.info/wp-content/uploads/2009/03/babiguling2-150x150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://www.halalguide.info/wp-content/uploads/2009/03/babiguling2-150x150.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/Acosys/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan haram. Rasulullah bersabda: “Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: ” Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya yang lain: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit: Yaa Rabbi ! Yaa Rabbi ! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram, dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya”. (HR Muslim no. 1015).  (Halal Guide)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download Artikel Lengkapnya &lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/8254025/MAKANAN.rar.html"&gt;DiSini 13 Jenis Makanan Haram&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-4248483305041582291?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/4248483305041582291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=4248483305041582291' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/4248483305041582291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/4248483305041582291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2010/01/mengenal-makanan-haram.html' title='Mengenal Makanan Haram'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-832370932566875256</id><published>2009-11-08T19:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T20:00:54.250-08:00</updated><title type='text'>Di Antara Rahasia Keberhasilan Dakwah</title><content type='html'>perlu untuk kita ketahui bersama bahwa pada dasarnya jiwa manusia itu menyukai halhal&lt;br /&gt;yang buruk, yaitu halhal yang menyelisihi perintah Allah. Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan." (QS. Yusuf: 53). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian keadaannya, tentunya kebenaran adalah sesuatu yang teramat berat bagi jiwa manusia. Segala puji bagi Allah yang telah mengutus NabiNya&lt;br /&gt;dengan membawa agama yang penuh dengan kemudahan. Dan ini merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hambahambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. AlAnbiya':&lt;br /&gt;107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam menyampaikan kebenaran&lt;br /&gt;kepada manusia pastilah mempunyai rahasia yang agung dan patut kita pelajari.&lt;br /&gt;Dakwah Butuh Kelembutan Kebenaran yang pada asalnya susah untuk diterima oleh jiwa, ketika disampaikan dengan cara yang buruk, cara yang kasar, tentunya justru akan membuat orang semakin lari dari kebenaran. Oleh karena itulah, dakwah pada dasarnya harus disampaikan dengan cara lemah lembut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya. Dan tidaklah kelemahlembutan itu tercabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya menjadi jelek." (HR.Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download E-Booknya DiSini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7282243/taraRahasiaKeberhasilanDakwah--IbnuAliSutopoYuwono.rar.html"&gt;Di Antara Rahasia Keberhasilan Dakwah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-832370932566875256?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/832370932566875256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=832370932566875256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/832370932566875256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/832370932566875256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/11/di-antara-rahasia-keberhasilan-dakwah.html' title='Di Antara Rahasia Keberhasilan Dakwah'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-4110235148826372248</id><published>2009-11-08T18:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T19:42:55.067-08:00</updated><title type='text'>Tauhid Rahasia Kebahagiaan Dunia dan Akhirat</title><content type='html'>Siapa yang tidak menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, kita semua tentu menginginkannya. Hanya yang perlu untuk kita pertanyakan bagaimana cara untuk meraih keduanya. Sementara, kita yakini bersama bahwa Islam adalah agama yang ajarannya universal (menyeluruh). Islam satu-satunya agama yang mendapatkan legitimasi (pengakuan) dari Sang Pemiliknya Jalla Sya'nuhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin. Tidak didapatkan satu ajaranpun dalam Islam yang merugikan para pemeluknya, tidak ditemukan satu prinsippun dalam Islam yang mencelakakan para penganutnya. Tetapi pada kenyataannya banyak kalangan yang hanya menitikberatkan perhatiannya pada dunia dan bagaimana cara untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download E-Book Lengkapnya DiSini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7281949/Aqidah-TauhidRahasiaKebahagiaanDuniadanAkhirat.rar.html"&gt;Tauhid Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7281998/Ebook-RahasiaAlquran.rar.html"&gt;Buku Rahasia Al-Qur'an&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7282032/rahasiasholattepatwaktu.rar.html"&gt;Rahasia Sholat 5 Waktu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7282033/RAHASIA_KALIMAT_TAUHID.rar.html"&gt;Rahasia Kalimat Tauhid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7282031/RAHASIASENYUMMUHAMMADSAW.rar.html"&gt;Rahasia Senyum Muhammad&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-4110235148826372248?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/4110235148826372248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=4110235148826372248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/4110235148826372248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/4110235148826372248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/11/tauhid-rahasia-kebahagiaan-dunia-dan.html' title='Tauhid Rahasia Kebahagiaan Dunia dan Akhirat'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-6782253869050589061</id><published>2009-10-08T20:09:00.000-07:00</published><updated>2009-11-08T20:12:52.418-08:00</updated><title type='text'>Sebab Perceraian Dan Solusinya</title><content type='html'>Sebab Perceraian Yang Datang Dari Suami&lt;br /&gt;Dan Solusinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami tidak menunaikan kewajiban - yang dibebankan Allah kepadanya- terhadap istri, yang dikarenakan faktor jahil (tidak mengerti), lalai, atau karena sengaja menentang syari'at Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya, seorang suami belajar untuk mengetahui tentang hak-hak istrinya. Tidak menganggap hal ini sepele, dan hendaklah dia takut kepada Allah dalam mempergauli istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, diharapkan bahtera rumah tangga yang mereka arungi bersama akan tetap langgeng di bawah naungan syari'at Islam yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hak-hak istri terhadap suaminya, yaitu agar suami memperlakukan istri dengan baik, merimberinya nafkah, menghormatinya, berlemah lembut, memaklumi kekurangan istrinya, dan berhias dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3970782/PenyebabPerceraiandanKiatMengatasinya.pdf.zip.html"&gt;Download E-Booknya Disini.....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-6782253869050589061?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/6782253869050589061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=6782253869050589061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/6782253869050589061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/6782253869050589061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/10/sebab-perceraian-dan-solusinya.html' title='Sebab Perceraian Dan Solusinya'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-24525059611506579</id><published>2009-05-14T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T21:48:54.366-07:00</updated><title type='text'>Download Games</title><content type='html'>Setelah lelahnya bekerja kita pasti butuh sesuatu yang bisa membuat fikiran kita fresh lagi &amp;amp; mencoba sedikit melupakan yang membuat kita jenuh, apa lagi teman teman yang setiap harinya duduk di depan layar monitor dan capek dengan segudang pekerjaan yang membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada kalanya kita butuh hiburan, seperti games yang seru yang bisa membuat kita fresh lagi.. download aja disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4755154/wordomatic_SoftArchive.NET.zip.html"&gt;wordomatic_SoftArchive&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-24525059611506579?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/24525059611506579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=24525059611506579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/24525059611506579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/24525059611506579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/05/download-games.html' title='Download Games'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-7964124960051363550</id><published>2009-03-23T10:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T21:11:30.335-07:00</updated><title type='text'>Perkara wajib lebih baik dari perkara sunnah</title><content type='html'>Umar ibn Abdul Aziz mengatakan: "Amalan yang tidak didasarkan atas ilmu, maka kerusakan yang ia timbulkan lebih banyak dari kebaikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thariqah (tarekat) yang belakangan ini banyak digandrungi oleh masyarakat kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah sebuah amalan yang baik, namun bila tarekat itu dilakukan tanpa didasari ilmu yang benar maka seseorang akan mudah terjerumus. Dan e-book ini akan menerangkan agar sebelum kita melakukan suatu amalan maka sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui ilmunya sehingga tidak 'tersesat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-book ini juga hadir untuk meluruskan tarekat-tarekat yang ada, karena tidak sedikit kita temukan tarekat-tarekat yang pada awalnya murni, bersih dari penyimpangan-penyimpangan dari syari'at Islam dan dirintis oleh ulama-ulama sufi yang hakiki, kini banyak mengalami perubahan yang mengarah kepada penyimpangan dari ajaran syari'at Islam. Ini semua terjadi karena dangkalnya ilmu orang yang menjalankan tarekat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3970532/perkarawajibsunnah.pdf.zip.html"&gt;Download Bukunya (E-book)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-7964124960051363550?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/7964124960051363550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=7964124960051363550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/7964124960051363550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/7964124960051363550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/03/perkara-wajib-lebih-baik-dari-perkara.html' title='Perkara wajib lebih baik dari perkara sunnah'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-8717962984113657967</id><published>2009-03-22T20:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T21:08:26.758-07:00</updated><title type='text'>Tarbiyah langsung dari Allah SWT</title><content type='html'>Buku “Tarbiyah Langsung Dari Allah” adalah sebuah pandangan dan pemikiran untuk menjabarkan berbagai pengajaran dari Allah SWT kepada manusia dalam kehidupan kita sehari-hari, hal ini dikarenakan terkadang kita tidak menyadari bahwa Allah SWT itu sangat dekat dengan kita dan seringkali tanpa kita sadari 'menuntun' kita baik itu melalui kejadian yang dialami sendiri atau pun melalui orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberikan pengajaran kepada kita dengan berbagai cara dan hal tanpa ada hentinya. Ini dijelaskan Allah SWT di dalam ayat Az-Zhukruf [43] ayat 36-37 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3970533/tarbiyahdariallah.pdf.zip.html"&gt;Download Bukunya..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-8717962984113657967?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/8717962984113657967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=8717962984113657967' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/8717962984113657967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/8717962984113657967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/03/tarbiyah-langsung-dari-allah-swt.html' title='Tarbiyah langsung dari Allah SWT'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-3531837620387444715</id><published>2009-03-03T11:33:00.000-08:00</published><updated>2009-03-22T21:34:17.084-07:00</updated><title type='text'>Anal Sex in Islam</title><content type='html'>As-Salamu `alaykum! What does Islam say about anal sex? What are the consequences of having anal sex on the marriage? Jazakum Allah khayran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer (Group of Islamic Researchers):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa `alaykum As-Salamu wa Rahmatullahi wa Barakatuh.&lt;br /&gt;In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.&lt;br /&gt;All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear questioner, thanks a lot for your question and concern about your religion and Allah’s Legislation even in what concerns your sexual life with your wife.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almighty Allah says in the Qur'an: "Your wives are a tilth for you, so go to your tilth (have sexual relations with your wives in any manner as long as it is in the vagina and not in the anus), when or how you will, and send (good deeds, or ask Allah to bestow upon you pious offspring) for your own selves beforehand. And fear Allah, and know that you are to meet Him (in the Hereafter), and give good tidings to the believers (O Muhammad)." (Al-Baqarah: 223)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the foregoing verse the word harth (tilth) indicates that only vaginal sex is permissible in Islam, because it is from this place children are produced. The semen lodged in the womb from which offspring comes is likened to the seeds that are planted in the ground, bringing vegetation. Both of them are substances from which something else is produced.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All Muslim jurists agree that anal sex is haram (prohibited), based on the hadith of the Prophet (peace and blessings be upon him): "Do not have anal sex with women." (Reported by Ahmad, At-Tirmidhi, An-Nasa'i, and Ibn Majah.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khuzaymah Ibn Thabit (may Allah be pleased with him) also reported that the Messenger of Allah (peace and blessings be upon him) said: "Allah is not too shy to tell you the truth: Do not have sex with your wives in the anus." (Reported by Ahmad, 5/213.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn `Abbas (may Allah be pleased with him) narrated: "The Messenger of Allah (peace and blessings be upon him) said: "Allah will not look at a man who has anal sex with his wife." (Reported by Ibn Abi Shaybah, 3/529, and At-Tirmidhi classified it as an authentic hadith, 1165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Further, it is reported that the Prophet (peace and blessing be upon him) referred to such an act as "minor sodomy". (Reported by Ahmad and An-Nasa'i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, it is allowed to caress the wife and stimulate her around the anus, without having sex in this area. It is reported that `Umar Ibn Al-Khattab (May Allah be pleased with him) came one day to the Prophet and said, "O Messenger of Allah, I am ruined!" "What has ruined you?" asked the Prophet. He replied, "Last night I turned my wife over," meaning that he had had vaginal intercourse with her from the back. The Prophet (peace and blessings be upon him) did not say anything to him until the verse cited above was revealed. Then he told him, "[Make love with your wife] from the front or the back, but avoid the anus and intercourse during menstruation." (Reported by Ahmad and At-Tirmidhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If one does have anal sex with his wife, he has committed a grave sin, which requires repentance. He should regret and feel contrite for committing such a sin. Allah Almighty destroyed a whole nation who were accustomed to this evil habit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, the wife is not considered divorced as many people think, because there is no evidence to support this view. However, scholars maintain that if a man habitually does this or insists on having anal sex with his wife, she has the right to ask for a divorce, because he is considered an evildoer who is causing harm by his action, and also because the purpose of marriage cannot be achieved through this action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The wife has to resist this evil action and refuse to respond to her husband's desire to have anal sex. She should remind him of Allah as well as the punishment of those who transgress the Bounds set by Him, Most High.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: Islamonline.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-3531837620387444715?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/3531837620387444715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=3531837620387444715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/3531837620387444715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/3531837620387444715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/03/anal-sex-in-islam.html' title='Anal Sex in Islam'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-7125233678779372041</id><published>2009-03-01T21:17:00.000-08:00</published><updated>2009-03-22T21:21:33.845-07:00</updated><title type='text'>Adab Hubungan Sex Suami-Isteri dalam Islam</title><content type='html'>Bagi yang sudah melihat buku kamasutra versi eglish, sekarang ada buku kamasutra versi Islam, mau liat buku nya.. download aja &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3970619/KamasutraIslam.zip.html"&gt;disini..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-7125233678779372041?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/7125233678779372041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=7125233678779372041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/7125233678779372041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/7125233678779372041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/03/adab-hubungan-sex-suami-isteri-dalam.html' title='Adab Hubungan Sex Suami-Isteri dalam Islam'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-8364342179532430229</id><published>2009-02-25T22:10:00.000-08:00</published><updated>2009-03-22T22:15:49.052-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>Sebuah ebook tentang sejarah Nabi Muhammad SAW. Seorang Nabi dan Rasul akhir zaman yang begitu mulia baik. Budi pekerti. akhlak dan perangainya begitu terpuji bahkan sebelum Beliau diangkat oleh Allah menjadi Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-book ini akan menceritakan tentang sejarah hidup Nabi Muhammad SAW baik itu kondisi bangsa Arab sebelum Beliau dilahirkan, masa balita, masa muda, masa ketika Beliau mulai mengemban tugas sebagai Rasul Allah dan sampai masa dimana Beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3971092/Muhamad.hlp.html"&gt;Download Ebook nya..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-8364342179532430229?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/8364342179532430229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=8364342179532430229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/8364342179532430229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/8364342179532430229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/02/sejarah-hidup-nabi-muhammad-saw.html' title='Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-7344513204375437798</id><published>2009-02-15T22:10:00.000-08:00</published><updated>2009-03-22T22:13:53.627-07:00</updated><title type='text'>Biografi Abu Bakar As-Siddiq</title><content type='html'>Abu Bakar As-Siddiq RA, Muslim pertama yang beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah, dan demi imannya itu pula dialah yang paling banyak berkorban. Sejak masuk Islam besar sekali hasratnya hendak membantu Nabi dalam berdakwah demi agama Allah dan membela kaum Muslimin. la lebih mencintai Rasulullah daripada dirinya sendiri, mendampinginya selalu dalam setiap peristiwa. Disamping sahabat Rasulullah beliau juga mertua dari Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar adalah seorang yang dipercaya oleh kaum Muslimin ketika itu untuk menjadi khalifah pertama. Beliau dikenal ramah, rendah hati dan penuh kelembutan. Di awal masa kekhalifahannya beliau memerangi Nabi palsu dan orang Muslim yang enggan membayar zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini akan menceritakan biografi Abu Bakar As-Siddiq baik ketika beliau hidup bersama Rasulullah maupun ketika beliau memimpin umat Islam sebagai khalifah yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3971093/Abubakar.zip.html"&gt;Download Ebook Nya..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-7344513204375437798?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/7344513204375437798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=7344513204375437798' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/7344513204375437798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/7344513204375437798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/02/biografi-abu-bakar-as-siddiq.html' title='Biografi Abu Bakar As-Siddiq'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-7290037993503344059</id><published>2009-02-10T12:21:00.000-08:00</published><updated>2009-03-22T22:00:53.879-07:00</updated><title type='text'>Download Software Al-Qur'an - Terjemahan Bahasa Indonesia</title><content type='html'>Bagi anda yang belum memiliki software Al-Qur'an, berikut ini Al-Qur'an digital dengan terjemahan bahasa Indonesia yang anda dapat download dan dapat anda gunakan selagi anda di depan komputer. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3970882/QViewer_2.zip.html"&gt;Download Quran..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-7290037993503344059?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/7290037993503344059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=7290037993503344059' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/7290037993503344059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/7290037993503344059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/02/download-software-al-quran-terjemahan.html' title='Download Software Al-Qur&apos;an - Terjemahan Bahasa Indonesia'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-5077042284497575320</id><published>2009-01-05T21:38:00.000-08:00</published><updated>2009-03-22T21:41:46.771-07:00</updated><title type='text'>Penyebab perceraian dan kiat-kiat untuk mengantisipasinya dalam Islam</title><content type='html'>Dalam satu hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya Allah ta'ala memberikan nikmat dunia kepada orang-orang yang dicintainya maupun yang dibencinya; tetapi Dia tidak akan memberikan nikmat beragama, kecuali kepada orang-orang yang dicintaiNya semata&lt;/span&gt;. (Musnad Imam Ahmad, 1/387; Al Mustadrak, 1/33. Dishahihkan Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu hal yang sangat memprihatinkan, banyaknya terjadi kasus perceraian di dunia Islam yang disebabkan berbagai macam faktor, yang sebenarnya dapat diantisipasi. Padahal dampaknya sangat mengkhawatirkan di masyarakat; secara individual maupun kelompok masyarakat. Bukankah sangat mungkin untuk mencari solusi permasalahan ini dalam khazanah syari'at Islam yang memiliki kompleksitas dan sempurna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan karya seorang ulama yang bernama Dr. Muhammad Nasir Al Humaid, salah seorang staf pengajar di Jami'ah Islamiyah Al-Madinah. Tulisan yang merupakan refleksi terhadap masyarakat dunia Islam yang kini semakin jauh dari pedoman Al Qur'an dan Sunnah. Akibat dari itu, upaya syari'at untuk menciptakan tatanan masyarakat Islam yang baik dan benar dengan jalinan pernikahan mulai goyah dengan banyaknya kasus perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini, beliau menyebutkan beberapa point penting yang menjadi penyebab perceraian. Kebanyakan dari sebab-sebab itu, dapat diantisipasi dan ada solusinya. Namun, ada pula yang tidak memiliki alternatif lain, kecuali perceraian. Untuk mengetahui lebih jelasnya sebab-sebab dan kiat apa saja untuk mengantisipasinya silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3970782/PenyebabPerceraiandanKiatMengatasinya.pdf.zip.html"&gt;download e-book ini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-5077042284497575320?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/5077042284497575320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=5077042284497575320' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5077042284497575320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5077042284497575320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2009/01/penyebab-perceraian-dan-kiat-kiat-untuk.html' title='Penyebab perceraian dan kiat-kiat untuk mengantisipasinya dalam Islam'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-1110166180555331121</id><published>2008-12-18T05:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T04:27:28.698-08:00</updated><title type='text'>Prilaku yang dapat memperpanjang umur dan merubah takdir</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Berdoa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits dari Imam at-Tirmidzi dan al-Hakim, diriwayatkan dari Abdullah ibn Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdoa, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya doa bermanfaat bagi sesuatu yang terjadi dan masih belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, maka berpeganglah, wahai hamba allah, pada doa". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepantasnyalah bagi seorang mukmin untuk berdoa, karena ia akan mendatangkan kebaikan dan dapat menolak keburukan dan bencana. Dalam konteks ini ada banyak hadits yang menunujkan urgensi, efek dan pengaruh yang besar dari doa, dengan izin Allah. Disebutkan dalam sebuah hadits, sabda Rasulullah saw : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Persiapkanlah doa untuk menghadapi bencana." (HR. ath-Thabrani). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya doa adalah alat untuk menolak bencana dan mendatangkan rahmat, sebagaimana perisai adalah untuk menangkis senjata, dan air sebagai sebab untuk tumbuh dan keluarnya biji-bijian dari tanah. Sebagaimana perisai akan menolak senjata, maka keduanya saling membela diri, maka begitulah doa dan bencana. Dan bukan termasuk menyadari takdir orang yang kemudian tidak membawa senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Sedekah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedekah dapat menolak bencana. Karena ada hadist Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Ali, bahwa Rasulullah saw bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedekah dapat merubah takdir yang mubram (yang pasti)". (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal hadits tersebut diatas adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahturahmi dapat memperpanjang umur, dan sedekah dapat merubah takdir yang mubram" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Tasbih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan tasbih dapat mencegah terjadinya bencana, karena ada hadits yang diriwayatkan Ibn Ka'ab, dari Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah dapat mencegah turunnya azab". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga ditunjukan oleh firman Allah SWT, tentang Nabi Yunus as : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan," (QS. ash-Shaffat : 143 - 144). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir dari QS. ash-Shaffat : 143 - 144 artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ia tidak termasuk orang-orang yang mengingat Allah, dan termasuk orang-orang yang menyucikan-Nya, meninggikan-Nya dan memohon ampun kepada-Nya, niscaya perut ikan tersebut akan menjadi kuburannya. Akan tetapi dengan bacaan tasbih, dzikir dan permohonan ampunnya telah membebaskannya dari kesedihan. Tasbihnya sebagaimana yang diceritakan sendiri oleh Allah SWT dalam firman-Nya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak Tuhan ( yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim," (QS. al-Anbiya': 87). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bahwa Allah setelah itu berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. al-Anbiya' :88) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dari Sa'd ibn Abi Waqqash, Rasulullah saw bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maukah kalian kuberitahu suatu doa, yang jika kalian memanfaatkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu?. Para sahabat menjawab: " Ya, wahai Rasulullah." Rasul bersabda: "Yaitu, doa Dzun Nun : La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin (tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk di antara orang-orang yang zhalim)." (HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan al Hakim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Shalawat Untuk Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang saleh berkata : Sesungguhnya diantara sebab terbesar yang dapat menolak takdir dan melenyapkan keruwetan hidup adalah banyak membaca shalawat untuk Rasulullah saw. Karena sesungguhnya banyak membaca shalawat untuk beliau termasuk perantara yang berguna untuk keamanan dari segala ketakutan dan mendapat penghargaan dari Allah dengan ketinggian derajat di Surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil yang menguatkan argumentasi ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay ibn Ka'b, bahwa seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala shalawatnya untuk Rasulullah saw, maka Beliau berkata kepada orang tersebut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika begitu, lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni." (HR. Imam Ahmad, ath-Thabrani) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat atas Nabi saw, adalah wajib menurut kesepakatan ulama (Ijma'), karena adanya firman Allah SWT : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya," (QS. al-Ahzab : 56) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dari Allah SWT adalah rahmat, Shalawat dari Malaikat adalah permohonan ampun. Sedangkan Shalawat dari orang mukmin adalah doa. Rasulullah saw bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap doa terhijab di bawah langit. Ketika Shalawat telah datang mengantarnya, maka doa itu akan naik." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain pihak, Rasulullah saw bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa membaca shalawat untukku satu kali, Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;5. Taqwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya taqwa adalah penyebab terkuat untuk mendatangkan kebaikan dan menolak bencana dengan tanpa disangka-sangka. Allah SWT berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberikan rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya," (QS. ath-Thalaq : 2-3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir jalan keluar yaitu dari kesulitan dan kesedihan dunia dan akhirat. Tafsir rizki dari arah yang tiada disangka-sangka yaitu memberi rizki dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqwa adalah melaksanakan ketaatan-ketaatan dan menjauhi maksiat. Siapa yang telah melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan, maka itulah hal terbesar yang dapat membukakan pintu kebahagian di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;6. Memperbanyak Istighfar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai," (QS. Nuh : 10-12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa, Rasulullah saw bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa menetapi istigfar, maka Dia akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kebebasan dari setiap kesedihan, dan Dia akan memberinya rizki dari arah yang tidak diperhitungkannya," (HR. Abu Daud, Ibn Majah dan Imam Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan bahwa seseorang telah mengadukan tentang paceklik dan kekeringan kepada Hasan al-Bashri, maka beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain mengadukan tentang kemiskinannya kepada beliau, beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satunya lagi datang mengadukan tentang masalah kebunnya yang ditimpa kekeringan. Beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain lagi datang kepada beliau mengadukan masalah kemandulannya. Beliau tetap menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau membacakan ayat tersebut (QS. Nuh : 10-12), kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari buku : Prilaku yang dapat memperpanjang umur dan merubah takdir, oleh Ahmad Baghlabah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-1110166180555331121?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/1110166180555331121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=1110166180555331121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/1110166180555331121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/1110166180555331121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/12/hujan-lebat-bandar-lampung-di-landa.html' title='Prilaku yang dapat memperpanjang umur dan merubah takdir'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-6550409901939984788</id><published>2008-10-07T00:40:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T00:41:04.108-07:00</updated><title type='text'>SEBAB-SEBAB BID’AH</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang samar bagi setiap orang, bahwa setiap kejadian memiliki sebab, yang dengannya dapat diketahui benar atau salahnya. Adapun sebab terjadinya bid’ah dengan berbagai ragam bentuknya adalah kembali kepada tiga hal. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Kebodohan Tentang Sumber Hukum Dan Cara Pemahamannya&lt;br /&gt;Sumber hukum syar’i adalah Al-Qur’an dan Hadits dan apa yang diikutkan dengan keduanya berupa Ijma dan Qiyas. Tetapi qiyas tidak dapat dijadikan rujukan dalam hukum ibadah. Sebab di antara rukun dalam qiyas adalah bila ada kesamaan alasan hukum dalam dalil pokok dengan hukum cabang yang diqiyaskan, padahal ibadah semata-mata didirikan berdasarkan peribadatan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya bentuk kesalahan yang menyebabkan munculnya bid’ah adalah karena kebodohan tentang Sunnah, posisi qiyas dan tingkatannya, juga tentang gaya bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan terhadap hadits mencakup kebodohan tentang hadits-hadits shahih dan kebodohan menggunakan hadits-hadits dalam penentuan hukum Islam. Dimana yang pertama berimplikasi kepada hilangnya hukum, padahal dasar hukumnya adalah hadits shahih, sedang yang kedua berdampak pada tidak dipakainya hadits-hadits shahih dan tidak berpedoman kepadanya, bahkan digantikan posisinya dengan argumen-argumen yang tidak dibenarkan dalam syari’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kebodohan terhadap qiyas dalam penentuan hukum Islam adalah yang menjadikan ulama fikih generasi khalaf yang menetapkan qiyas dalam masalah-masalah ibadah dan menetapkannya dalam agama terhadap apa yang tidak terdapat dalam hadits dan amal, padahal banyaknya kebutuhan untuk mengamalkannya dan tidak ada yang menghalanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kebodohan tentang gaya bahasa Arab adalah yang menyebabkan dipahaminya dalil-dalil bukan pada arahnya. Demikian itu menjadi sebab adanya hal baru yang tidak dikenal generasi awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah pendapat sebagian manusia tentang hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jika kamu mendengar orang adzan maka katakanlah seperti apa yang dikatakannya kemudian bershalawatlah kepadaku” [Hadits Riwayat Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menganggap hadits tersebut sebagai perintah kepada orang yang adzan untuk membaca shalawat setelah selesai adzan, dan beliau memintanya untuk mengeraskan suaranya, sehingga hadits ini dijadikan dalil disyariatkannya bershalawat dengan suara yang keras. Mereka mengarahkan arti perintah bershalawat kepada orang yang adzan dengan alasan bahwa pembicaraan hadits untuk umum kepada semua kaum muslimin, sedangkan orang yang adzan masuk di dalamnya. Atau bahwa ungkapan “ Jika kamu mendengar” mencakup kepada orang yang adzan karena dia juga mendengar adzannya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua penakwilan tersebut adalah disebabkan kebodohan tentang gaya bahasa. Sebab permulaan hadits tidak mencakup perintah kepada orang yang adzan, dan akhir hadits datang sesuai dengan awalnya, sehingga tidak mencakup juga kepada orang yang adzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ulama qurun awal berijma (bersepakat) bahwa mengetahui karakteristik bahasa Arab untuk pemahaman Al-Qur’an dan Hadits adalah sebagai syarat dasar dalam kebolehan untuk berijtihad dan menyimpulkan dalil-dalil syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kebodohan tentang tingkatan qiyas dalam sumber hukum Islam, yaitu qiyas boleh dipakai apabila tidak ada hadits dalam masalah tersebut, kebodohan akan hal ini mengakibatkan suatu kaum melakukan qiyas padahal terdapat hadits yang kuat, namun mereka tidak mau kembali kepadanya sehingga mereka terjerumus ke dalam bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang mencermati berbagai pendapat ulama fiqih niscaya dia mendapatkan banyak contoh tentang hal ini. Dan yang paling dekat adalah apa yang dikatakan sebagian orang dalam mengqiyaskan orang yang adzan dengan orang yang mendengarnya dalam perintah membaca shalawat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah adzan. Padahal pendapat hadits yang sangat jelas mengenai hukum tersebut sebagaimana telah disebutkan, sedangkan hadits harus di dahulukan atas qiyas. Sebab redaksai, “Jika kamu mendengar adzan … (sampai akhir hadits)” menunjukkan kekhususan perintah membaca shalawat setelah adzan hanya kepada orang yang mendengar adzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Mengikuti Hawa Nafsu Dalam Menetapkan Hukum&lt;br /&gt;Orang yang terkontaminasi hawa nafsunya bila memperhatikan dalil-dalil sayr’i, dia akan terdorong untuk menetapkan hukum sesuai dengan selera nafsunya kemudian berupaya mencari dalil yang dijadikan pedoman dan hujjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, dia menjadikan hawa nafsu sebagai pedoman penyimpulan dalil dan penetapan hukum. Demikian itu berarti pemutarbalikan posisi hukum dan merusak tujuan syari’at dalam menetapkan dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti hawa nafsu adalah akar dasar penyelewengan dari jalan Allah dan lurus. FirmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah seikitpun?” [Al-Qashash : 50]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta membutktikan bahwa akibat mengikuti hawa nafsu menjadikan berbagai peraturan dalam agama menjadi pudar dan setiap kebaikan menjadi terhapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah karena mengikuti hawa nafsu adalah bentuk bid’ah yang paling besar dosanya di sisi Allah dan paling besar pelanggarannya terhadap kebaikan. Sebab betapa banyak hawa nafsu yang telah merubah syari’at, mengganti agama dan menjatuhkan manusia ke dalam kesesatan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Menjadikan Akal Sebagai Tolak Ukur Hukum Syar’i.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menjadikan akal terbatas penalarannya dan tidak menjadikannya sebagai pedoman untuk mengetahui segala sesuatu. Sebab ada beberapa hal yang sama sekali tidak terjangkau oleh akal dan ada pula yang terjangkau hanya sebatas lahirnya saja dan bukan substansinya. Dan karena keterbatasan akal, maka hampir tidak ada kesepahaman tentang hakikat yang diketahuinya. Sebab kekuatan dan cara pemahaman orang berbeda-beda menurut para peniliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam sesuatu yang tidak dapat dijangkau akal dan penalaran, menusia harus merujuk kepada pembawa berita yang jujur yang dijamin kebenarannya karena mu’jizat yang dibawanya. Dia adalah seorang rasul yang dikuatkan dengan mu’jizat dari sisi Allah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang Maha cermat dengan apa yang Dia ciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar ini Allah mengutus para rasulNya untuk mejelaskan kepada manusia apa yang diridhai Pencipta mereka, menjamin kebahagiaan mereka, dan menjadikan mereka memperoleh keberuntungan dalam kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebab-sebab terjadinya bid’ah yang kami sebutkan diatas telah tercakup semua sisinya dan terpadunya pokok-pokoknya dalam hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Akan mengemban ilmu ini dari setiap generasi, orang-orang yang adil di antara mereka yang akan menafikan orang-orang yang ekstrim, dan ajaran orang-orang yang melakukan kebatilan serta penakwilan orang-orang yang bodoh” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan “ perubahan orang-orang yang ekstrim” mengisyaratkan kepada sikap fanatik dan belebihan. Sedang ungkapan “ajaran orang-orang yang melakukan kebatilan “ mengisyaratkan kepada yang menganggap baik mendahulukan akal dan mengikuti hawa nafsu dalam menetapkan hukum syar’i. Lalu ungkapan “penakwilan orang-orang yang bodoh” mengisyaratkan kepada kebodohan dalam sumber-sumber hukum dan cara pemahamannya dari sumber-sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Ilmu Ushul Al-Fiqh Al-Bida’ Dirasah Taklimiyah Muhimmah Fi Ilmi Ushul Fiqh, edisi Indonesia Membedah Akar Bid’ah,Penulis Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari, Penerjemah Asmuni Solihan Zamakhsyari, Penerbit Pustaka Al-Kautsar]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Lihat Kitab Al-Bid’ah, karya Syaikh Mahmud Syaltut : 17-36&lt;br /&gt;[2] .Hadits hasan Lihat Isryad As-Sari I/4 oleh Al-Qasthallani dan Al-Hiththah oleh Shiddiq Hasan Khan : 70&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-6550409901939984788?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/6550409901939984788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=6550409901939984788' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/6550409901939984788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/6550409901939984788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/10/sebab-sebab-bidah.html' title='SEBAB-SEBAB BID’AH'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-3403190543776673991</id><published>2008-10-07T00:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T00:32:52.138-07:00</updated><title type='text'>Kategori Jihad Fii Sabilillah</title><content type='html'>HAKIKAT JIHAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Ustadz Abu Qatadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad merupakan puncak kekuatan dan kemuliaan Islam. Orang yang berjihad akan menempati kedudukan yang tinggi di surga, sebagaimana juga memiliki kedudukan yang tinggi di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, hakikat jihad mempunyai makna yang sangat luas. Yaitu, berjihad melawan hawa nafsu, berjihad melawan setan, dan berjihad melawan orang-orang fasik dari kalangan ahli bid’ah dan maksiat. Sedangkan menurut syara’ jihad adalah mencurahkan seluruh kemampuan untuk memerangi orang kafir. [Lihat Fathul Bari 6/77]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dapat disimpulkan, jihad itu meliputi empat bagian :&lt;br /&gt;Pertama : Jihad melawan hawa nafsu&lt;br /&gt;Kedua : Jihad melawan setan&lt;br /&gt;Ketiga : Berjihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezhaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran.&lt;br /&gt;Keempat : Jihad melawan orang-orang munafik dan kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad melawan hawa nafsu, meliputi empat masalah :&lt;br /&gt;Pertama : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mencari dan mempelajari kebenaran agama yang haq.&lt;br /&gt;Kedua : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.&lt;br /&gt;Ketiga : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mendakwahkan ilmu dan agama yang haq.&lt;br /&gt;Keempat : Berjihad melawan hawa nafsu dengan bersabar dalam mencari ilmu, beramal dan dalam berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berjihad melawan setan dapat dilakukan dengan dua cara :&lt;br /&gt;Pertama : Berjihad melawan setan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan setan yang berupa syubhat dan keraguan yang dapat mencederai keimanan&lt;br /&gt;Kedua : Berjihad melawan setan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan setan dan keinginan-keinginan hawa nafsu yang merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan berjihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezhaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran, meliputi tiga tahapan. Yaitu dengan tangan apabila mampu. Jika tidak mampu, maka dengan lisan. Dan jika tidak mampu juga, maka dengan hati, yang setiap kaum muslimin wajib melakukannya. Yaitu dengan cara membenci mereka, tidak mencintai mereka, tidak duduk bersama mereka, tidak memberikan bantuan terhadap mereka, dan tidak memuji mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiga perkara ; barangsiapa yang pada dirinya terdapat tiga perkara ini, maka dia akan mendapatkan kelezatan iman ; Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada yang lainnya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah dan dia benci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka” [HR Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka dia berarti telah sempurna imannya” [HR Abu Dawud]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membuat perkara yang baru atau mendukung pelaku bid’ah, maka dia terkena laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia” [HR Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjihad melawan orang fasik dengan lisan merupakan hak orang-orang yang memiliki ilmu dan kalangan para ulama yaitu dengan cara menegakkan hujjah dan membantah hujjah mereka, serta menjelaskan kesesatan mereka, baik dengan tulisan ataupun dengan lisan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan : “Yang membantah ahli bid’ah adalah mujahid” [Lihat Al-Fatawa 4/13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam juga mengatakan : “Apabila seorang mubtadi menyeru kepada aqidah yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah, atau menempuh manhaj yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, dan dikhawatirkan akan menyesatkan manusia, maka wajib untuk menjelaskan kesesatannya, sehingga orang-orang terjaga dari kesesatannya dan mereka mengetahui keadaannya” [Lihat Al-Fatawa 28/221]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, membantah ahli bid’ah dengan hujjah dan argumentasi, menjelaskan yang haq, serta menjelaskan bahaya aqidah ahli bid’ah, merupakan sesuatu yang wajib, untuk membersihkan ajaran Allah, agamaNya, manhajNya, syari’atNya. Dan berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, menolak kejahatan dan kedustaan ahli bid’ah merupakan fardu kifayah. Karena seandainya Allah tidak membangkitkan orang yang membantah mereka, tentulah agama itu akan rusak. Ketahuilah, kerusakan yang ditimbulkan dari perbuatan mereka, lebih berbahaya daripada berkuasanya orang kafir. Karena kerusakan orang kafir dapat diketahui oleh setiap orang, sedangkan kerusakan pelaku bid’ah hanya diketahui oleh orang-orang alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berjihad melawan orang fasik dengan tangan, maka ini menjadi hak bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan atau Amirul Mukminin, yaitu dengan cara menegakkan hudud (hukuman) terhadap setiap orang yang melanggar hukum-hukum Allah dan RasulNya. Sebagaimana pernah dilakukan Abu Bakar dengan memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, Ali bin Abi Thalib memerangi orang-orang Khawarij dan orang-orang Syi’ah Rafidhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan berjihad melawan orang-orang munafik dan kafir ? Al-Imam Ibnu Qayyim menyatakan, jihad memerangi orang kafir adalah fardhu ‘ain ; dia berjihad dengan hatinya, atau lisannya, atau dengan hartanya, atau dengan tangnnya ; maka setiap muslim berjihad dengan salah satu di antara jenis jihad ini. [Lihat Zadul Ma’ad 3/64]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, berjihad memerangi orang kafir dengan tangan hukumnya fardhu kifayah, dan tidak menjadi fardhu ‘ain, kecuali jika terpenuhi salah satu dari empat syarat berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Apabila dia berada di medan pertempuran.&lt;br /&gt;Kedua : Apabila negerinya diserang musuh.&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan ; “Apabila musuh telah masuk menyerang sebuah negara Islam, maka tidak diragukan lagi, wajib bagi kaum muslimin untuk mempertahankan negaranya dan setiap negara yang terdekat, kemudian yang dekat, karena negara-negara Islam adalah seperti satu negara” (Al-Ikhtiyarat : 311) Jihad ini dinamakan Jihad Difa’.&lt;br /&gt;Ketiga : Apabila diperintah oleh Imam (Amirul Mukminin) untuk berperang.&lt;br /&gt;Keempat : Apabila dibutuhkan, maka jihad menjadi wajib. [Lihat al-Mughni, Al-Majmu’, Zaadul Mustaqni]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun disyariatkan jihad melawan orang kafir (dengan tangan), melalui tiga tahapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Diizinkan bagi kaum muslimin untuk berperang dengan tanpa diwajibkan. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” [Al-Hajj : 39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Perintah untuk memerangi setiap orang kafir yang memerangi kaum mulimin. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al-Baqarah : 190]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Perintah untuk memerangi seluruh kaum musyrikin sehingga agama Allah tegak di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya ; dan ketahuiilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa” [At-Taubah : 36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan yang ketiga ini tidak dimansukh, sehingga menjadi ketetapan wajibnya jihad sampai hari kiamat. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata : “Marhalah (tahapan) yang ketiga ini tidak dimansukh, tetap wajib sesuai dengan kondisi kaum muslimin” [Fadlu Al-Jihad Wal Mujahidin, 2 : 440]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian secara singkat hakikat jihad berserta tahapan-tahapan perintah tersebut. semua ini harus dipahami oleh kaum muslimin, sehingga dalam menetapkan jihad, sesuai dengan keadaan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-3403190543776673991?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/3403190543776673991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=3403190543776673991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/3403190543776673991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/3403190543776673991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/10/kategori-jihad-fii-sabilillah.html' title='Kategori Jihad Fii Sabilillah'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-8670742201713127758</id><published>2008-04-17T22:03:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T00:24:19.379-07:00</updated><title type='text'>KITAB KRISTEN "PERJANJIAN BARU"</title><content type='html'>Mengapa "Menurut"?&lt;br /&gt;Bagaimana dengan yang disebut Perjanjian Baru?~~ Mengapa setiap Injil dimulai dengan pendahuluan - menurut .... menurut.... (Lihat halaman 361). Mengapa "menurut"? Karena tidak ada satu pun dari kata-kata yang berhubungan dengan 24.000 salinan yang ada membawa tulisan penulisnya sendiri! Inilah perkiraan mengapa ditulis "menurut"! Meski bukti-bukti internal membuktikan Matius bukanlah penulis kitab pertama yang memuat namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah Yesus pergi dari situ, Ia (Yesus) melihat seorang yang bernama Matius, duduk di rumah cukai, Ialu Ia (Yesus) berkata kepadanya (Matlus), "Ikutlah Aku (Yesus). " Maka berdirilah Matius lalu mengikuti Dia (Yesus). "(Injil -Matius 9: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengembangkan imajinasi pun, seseorang dapat melihat kata "Ia" dan "Nya" dari narasi di atas tidak mengarah kepada Yesus atau Matius sebagai penulis, tetapi orang ketiga menulis apa yang dilihat dan didengarnya - bisa juga dari cerita orang. Jika kita tidak dapat mengatributkan "Kitab mimpi" ini, (sepertijuga yang dilukiskan untuk kitab Injil yang pertama) kepada Matius, bagaimana kita menerimanya sebagai Firman Tuhan? Tidak hanya kita saja yang menemukan bahwa Matius bukanlah penulis "Injil menurut Matius" dan Injil tersebut tidak diketahui siapa penulisnya. J. B. Phillips sepakat dengan kita dalam penemuan ini. Ia adalah pelayan yang dibayar oleh Gereja Anglikan, Inggris. Tak ada alasan baginya untuk berbohong atau berkhianat atas kerusakan pandangan gerejanya! Mengacu kepada kata pengantarnya untuk "Injil Matius" (lihat salinannya pada halaman 362). Phillips mengatakan tentang kepenulisannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tradisi terdahulu menganggap Injil ini berasal dari Rasul Matius, tetapi para sarjana saat iri hampir semuanya menolak pendapat ini." Dengan kata lain, Matius tidak menulis Injil yang memuat namanya. Hal ini ditemukan oleh para sarjana Kristen termasyhur - bukan umat Hindu, Islam dan Yahudi yang mungkin berprasangka. Biarlah teman kita penganut Anglikan ini meneruskan: "Penulis, yang masih dapat kita sebut dengan baik sekali Matius ""Dengan baik sekali," karena jika tidak, setiap kali membuat referensi terhadap "Matius" kita harus mengatakan - "Kitab pertama Perjanjian Baru" pasal sekian dan sekian, ayat sekian dan sekian. Dan lagi-lagi "Kitab pertama ....." dan lain-lain. Karena itu, menurut J. B. Phillips adalah baik sekali kita memberi beberapa nama pada kitab tersebut. Maka mengapa tidak "Matius?" Anggaplah sebuah nama yang bagus seperti yang lainnya! Phillips melanjutkan: "Penuh dengan jelas menggambarkan `Q' yang misterius yang mungkin adalah kumpulan tradisi oral. "Apakah "`Q'misteriusini?""Q" adalah singkatan untuk kata dalam bahasa Jerman "quella", yang berarti "sumber-sumber". Dokumen lain - sebuah sumber umum - yang dijadikan acuan oleh Matius, Markus dan Lukas. Ketiga penulis ini, siapa pun mereka, telah melihat dokumen umum tersebut. Mereka menulis seolah melihat melalui mata "seseorang". Dan karena mereka sepakat, ketiga kitab Injil pertama tersebut dikenal sebagai Injil Sinoptik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjiplakan Total&lt;br /&gt;Tetapi bagaimana dengan bisnis "inspirasi"? Orang Anglikan tersebut telah mengetukkan palu di kepala. Ia, lebih dari orang lain, berhak melakukan juga. Ia adalah seorang pelayan bayaran Gereja (seorang penginjil Kristen Ortodoks yangjuga seorang sarjana) yang mempunyai akses langsung ke naskah Yunani "asli". Dengarkan apa yang dibacakannya untuk kita. (Perhatikan bagaimana lemah lembutnya ia bercerita): "Dia (Matius) telah menggunakan Inji1 Markus secara bebas "Dimana dalam bahasa pendidikan: "telah menyalin secara keseluruhan dari Markus!" Tetap saja umat Kristen menyebut plagiarisme secara keseluruhan tersebut sebagai "Firman Tuhan"!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah ini membuat Anda bertanya bahwa seorang saksi yang melihat dan mendengar tugas Yesus, yaitu seorang murid yang bernama Matius, bukannya menulis sendiri tugas dari "Tuhannya" melainkan mencuri tulisan anak muda (Markus) yang berusia sepuluh tahun ketika Yesus mencela kaumnya? Mengapa seorang saksi yang melihat dan mendengar seperti Matius menyalin dari seorang anak yang masih muda (Markus) yang ia sendiri menulisnya berdasarkan cerita orang? Matius tidak akan melakukan perbuatan bodoh dengan memberi namanya untuk dokumen yang tak diketahui siapa penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plagiarisme Atau Pencurian Literatur&lt;br /&gt;Plagiarisme berarti pencurian literatur. Disebut plagia-risme jika seseorang menyalin kata demi kata dari tulisan lain dan menjualnya sebagai miliknya sendiri. Hal ini merupakan ciri umum di antara 40 penulis-penulis Kitab Injil yang tidak diketahui namanya. Umat Kristen bangga dengan apa yang dianggap penghubung umum di antara penulis 66 buklet Protestan dan penulis 73 buklet Katholik Roma yang disebut "Kitab Injil". Beberapa penghubung umum adalah mereka (baik Matius, Lukas atau siapa pun mereka) telah melakukan 85% plagiarisme kata demi kata dari Markus! Tuhan Yang Maha Kuasa tidak mendiktekan susunan kata yang sama untuk sinoptis tersebut. Umat Kristen sendiri mengakui hal ini, karena mereka tidak percaya wahyu lisan, sebagaimana yang diyakini umat Islam tentang kitab suci Al-Qur'an.2~&lt;br /&gt;85% plagiarisme yang dilakukan Matius dan Lukas ini menjadi tidak penting dibanding pencurian literatur dari penulis-penulis Perjanjian Lama, dimana 100% pencurian terjadi dalam yang disebut Kitab Tuhan. Seorang sarjana Kris-ten, Kenneth Crag,g dengan bangga memakai ungkapan pe-lembut untuk menyebut pencurian ini sebagai "reproduksi".3~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar yang Sesat&lt;br /&gt;Dr Scroggie (lihat tulisan sebelumnya) dengan antusias mengutip Dr. Joseph Parker dalam bukunya4~ atas pujian-nya yang unik terhadap Injil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kitab apakah Injil, sehubungan dengan bermacam-macam isinya! .... Keseluruhan halaman dibicarakan dengan nama-nama yang tidakjelas, dan lebih banyak menceritakan sebuah silsilah daripada hari pembalasan. Cerita hanya setengahnya saja dikatakan, dan malam tiba sebelum kita dapat mengatakan dimana kemenangan berada. Dimanakah adanya segala sesuatu." (dalam literatur agama dunia) "Yang berhubungan dengan ini?" Sebuah untaian kata yang cantik dan tidak ragu-ragu! Lebih banyak meributkan tentang sesuatu yang tidak ada, dan fitnah terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas penulisan yang memalukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Ada yang Kurang Dari 100%&lt;br /&gt;Selama simposium dengan topik "Apakah Injil Firman Tuhan?" di Universitas Cape Town yang dipimpin oleh saya dan Profesor Cumsty (Ketua Jurusan Teologi), saya meminta kepada pendengar agar membuka Injil untuk mendemonstrasikan derajat plagiarisme yang dilakukan oleh penulis Injil "yang diberi inspirasi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian umat Kristen sangat gemar membawa Injil dalam tangan mereka selama berlangsungnya diskusi agama atau debat. Mereka seolah-olah tak berdaya tanpa kitab tersebut. Sesuai dengan saran saya, sejumlah pendengar mulai membolak-balik halaman Injilnya. Saya meminta mereka membuka pasal 37 dalam "Kitab Yesaya." Ketika para pendengar telah siap, saya meminta mereka membandingkan antara "Yesaya 37" milik saya dan "Yesaya 37" milik mereka sewaktu saya membaca, untuk melihat apakah keduanya identik. Saya mulai membaca dengan perlahan ayat 1, 2, 4, 10, 15, dan seterusnya, sampai akhir pasal. Saya terus bertanya di akhir setiap ayat apakah yang saya baca sama dengan ayat dalam Injil mereka. Lagi-lagi mereka menjawab secara bersamaan - "Ya!", "Ya!" Di akhir pasal, dengan Injil masih terbuka di tempat dari mana saya membacanya, saya meminta pemimpin kelas mengungkapkan kepada pendengar bahwa saya sama sekali tidak membaca dari Yesaya 37 tetapi dari 2 Raja-Raja 19! Terdapat ketakutan luar biasa pada pendengar! Ini berarti saya telah melakukan plagiarisme 100% terhadap "Kitab Suci Injil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Yesaya 37 dan 2 Raja-Raja 19 kata demi katanya identik. Padahal keduanya diatributkan untuk dua penulis yang berbeda, terpisah berabad-abad, yang dinyatakan umat Kristen diinspirasikan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang menyalin dan dari siapa? Siapa yang men-curi dan dari siapa? 32 Sarjana Injil RSV yang termahsyur mengatakan penulis kitab Raja-Raja "tidak diketahui!" Lihat salinan RSV oleh "Collins" pada halaman 139. Catatan dalam Injil ini dipersiapkan dan diedit oleh Pendeta David J. Fant, Litt. D., Sekretaris Umum perkumpulan Injil New York. Umumnya, jika pendeta Kristen yang baik mempunyai keyakinan bahwa Injil adalah Firman Tuhan, mereka juga akan mengatakan hal yang sama, tetapi dengan jujur (malu-malu) mereka mengakui: "Penulis - Tidak diketahui! " Mereka dipersiapkan untuk membayar bualan terhadap kitab suci yang mungkin saja ditulis oleh Tom, Dick atau Harry dan berharap setiap orang menganggap semua ini sebagai Firman Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada Wahyu Lisan&lt;br /&gt;(Lengkapi diri Anda dengan "Collins" RSV dan keterangannya untuk mendapatkan daftar lengkap semua kitab Injil dan penulisnya). Apa yang dikatakan sarjana Kristen tentang "Kitab Yesaya?" Mereka berkata, "Sebagian besar ditulis oleh Yesaya. Sebagian mungkin ditulis oleh yang lainnya." Dalam pandangan sarjana Injil, kita tidak akan mengambil Yesaya untuk tugas tersebut. Dapatkah kita kemudian memaku plagiarisme ini di pintu Tuhan? Sangat menghina! Pada saat tanya jawab di akhir simposium yang disebutkan tadi, Profesor Cumptsy menegaskan bahwa "Umat Kristen tidak percaya bahwa Injil diwahyukan secara lisan". Sehingga Tuhan Yang Maha Kuasa tidak lupa mendiktekan cerita yang sama dua kali! Tangan manusia, semuanya terlalu manusiawi, memainkan kerusakan terhadap yang dinama-kan Firman Tuhan ini- Injil. Meski demikian, para penginjil memaksa bahwa setiap kata, koma dan titik dari Injil adalah Firman Tuhan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;PLAGIARISME 100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 RAJA RAJA 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera sesudah reja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, Panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Hizkia, Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yahuda: Janganlah Allahmu yang kau percayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan; Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Sudahkah para allah dari bangsa-bangsa, yang telah dimusnahkan oleh nenek moyangku, dapat melepaskan mereka, yakni Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden yang di Telasar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke iumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[36] Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[37] Pada suatu kali ketika ia sujud menyem-bah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esartadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YESAYA 37&lt;br /&gt;Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Hizkia, Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yahuda: Janganlah Allahmu yang kau percayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan; Yerusalem tidak akan diserahkannt ke tangan raja Asyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Sudahkah para allah dari bangsa-bangsa, yang telah dimusnahkan oleh nenek moyangku, dapat melepaskan mereka, yakni Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden yang di Telasar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke tumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: 16 "Ya TUHAN, Allah Is-rael, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[37] Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[38] Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-8670742201713127758?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/8670742201713127758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=8670742201713127758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/8670742201713127758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/8670742201713127758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/04/kitab-kristen-perjanjian-baru.html' title='KITAB KRISTEN &quot;PERJANJIAN BARU&quot;'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-5948534179784456317</id><published>2008-04-01T03:03:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T03:06:02.738-07:00</updated><title type='text'>Dua Racun Hati</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://safuan.wordpress.com/2007/11/15/dua-racun-hati/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Dua Racun Hati"&gt;Dua Racun Hati&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;             &lt;p align="justify"&gt;Jika ada suatu wilayah dengan sutau system pemerintahan, maka pemimpin tertinggi dari wilayah itu pastilah orang yang memegang kendali system pemerintahan tersebut. Apabila sang pemimpin orang bijak Insya Allah keadaan negaranya aman dan tentram. Jika sebaliknya, rusaklah Negara yang ia pimpin. Pejabat kerajaan dan tentaranya hanya akan menjadi alat perampas harta atas nama Negara. Rakyatnya hanya akan berada dalam dua keadaan, meniru perilaku pemimpin tersebut atau melawannya dengan hasutan, pengkhianatan dan pemberontakan.&lt;span id="more-212"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitu juga kalau pemimpin itu bernama hati. Tubuh adalah wilayah kekuasaannya, seakan anggota tubuh seakan para menteri, punggawa, tentara serta rakyatnya. Jika hati lurus, luruslah keadaan tubuh tersebut. Apabila hati rusak, apa yang diperbuat anggota tubuh hanya akan menuruti kerusakan hati.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kadang-kadang hati itu sehat dan kadangkala ia sakit. Sakitnya hati di sini tidaklah berarti hati itu mati, karena ketika sebuah hati mati, maka artinya adalah hati itu sudah ditutup dari kebenaran. Dan hanya orang kafirlah yang mempunyai hati mati seperti itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Secara umum, sebab penyakit hati hanya ada dua, yaitu syubhat dan syahwat. Yang pertama mengaburkan cara pandang dan daya pikir sehingga yang terserang tidak mampu membedakan kebenaran dan kebatilan. Yang kedua menipu mata hati manusia sehingga pandangannya akan tertuju kepada hal-hal yang menyenangkan dari kenikmatan sesaat dan melupakan kenikmatan akhirat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dua penyakit inilah yang selalu digunakan setan untuk menyesatkan manusia. Dengan dua penyakit inilah, setan telah membujuk Nabi Adam dan Hawa, sehingga Allah mengeluarkan keduanya dari surga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya dan berkata, ‘Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon kekekalan dan kerajaan yang tidak akan binasa?’(Thaha: 120)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Syubhat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Syubhat secara bahasa mempunyai makna perkara yang samar-samar atau kabur. Ia digunakan ketika ada sesuatu yang sebenarnya haram dianggap halal, ketika ada kebenaran dianggap sebagai kebatilan. Dr. Ahmad Farid dalam Tazkiyatun Nufus menyebutkan bahwa syubhat adalah kesimpulan yang salah yang diakibatkan oleh keracunan hati dan kesalahn cara berfikir. Definisi kedua inilah yang dimaksudkan sebagai penyakit hati jenis yang pertama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Allah mencela orang-orang munafik, orang-orang yang mempunyai penyakit hati, dan orang-orang yang menyalahi sebagian ajaran agama, maka jenis penyakit yang ada pada mereka adalah penyakit syubhat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Contohnya adalah firman Allah, &lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;“Di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah pun menambahkan penyakit itu.” (Al-Baqarah : 10)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penyakit dalam ayat ini adalah keraguan dan kemunafikan. Ini merupakan syubhat dari setan yang dihembuskan ke hati-hati orang munafik sehingga mereka menganggap bahwa keyakinan mereka dapat memperdayai Allah dan orang-orang yang beriman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan jauhnya jarak jaman ini dengan masa keemasan nubuwah dan sahabat, semakin maraklah syubahat-syubhat yang tersebar di masyarakat. Contoh sederhana adalah sehubungan dengan firman Allah dalam surat Thaha ayat 14, yang artinya, &lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;“Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.”&lt;/span&gt; Orang-orang yang terkena syubhat akan ngeyel, “Jika tujuan shalat untuk mengingat Allah, tanpa shalat, saya pun sudah senantiasa mengingat Allah. Lalu untuk apa saya melaksanakan shalat?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt; Ada juga yang getol menyerukan aktualisasi ajaran Islam sehingga tak hanya pelintar-pelintir ayat dan hadist, menolak ayat dan hadist pun terjadi. Seperti terjadi pada orang yang protes terhadap suatu bagian dalam hal warisan untuk wanita. Menurutnya, sekarang wanita sudah banyak yang bekerja, sehingga seharusnya. Bagiannya juga sama dengan laki-laki.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Syahwat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Syahwat secara bahasa, sebenarnya berarti sesuatu yang diingini. Dalam definisi yang lebih pas, syahwat adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang diinginkan dan kecondongan hati kepada sesuatu yang dicintai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya syahwat ini sudah menjadi atribut manusia sejak lahir. Tanpa syahwat kepada lawan jenis, tidak akan berlanjutr keturunan anak Adam. Keinginan dasar manusiawi ini akan tercela jika cinta dunia dan panjang angan-angan masuk ke dalamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam Al-Qur’an, apabila konteks kalimatnya mengenai orang-orang yang berbuat maksiat dan mereka yang condong kepadanya, maka jenis penyakitnya adalah penyakit syahwat. Contohnya adalah dalam firman Allah, &lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya.” (QS. 33:32).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Komplikasi Syahwat dan Syubhat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika penyakit badan bisa berkomplikasi, meyerang satu tubuh pada saat yang sama, begitu pula halnya dengan penyakit syubahat dan syahwat. Sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya, &lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;“(Janganlah seperti) orang-orang sebelum kamu; mereka adalah orang-orang yang lebih kuat, lebih banyak harta dan anaknya daripada kamu. Mereka mengambil bagian (dunia) mereka, dan kamu pun mengambil bagian dunia kamu sebagaimana mereka mengambil bagian dunia mereka. Dan kamu pun memperbincangkan (kebatilan) sebagaiamana mereka memperbincangkannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengomentari ayat ini, Ibnu Qayyim dalam I’lamul-Muwaqi’in berkata, “Firman Allah, &lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;‘kamu nikmati bagianmu sebagaimana orang-orang sebelum kamu menikmati bagian mereka’&lt;/span&gt; merupakan isyarat kepada mengkais-kais syahwat yang merupakan penyakit ahli maksiat. Dan firman Allah, &lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;‘dan kamu mempercakapkan kebatilan sebagaimana mereka mempercakapkannya’&lt;/span&gt; merupakan isyarat koreksi terhadap syubhat yang merupakan penyakit ahli bid’ah, ahli ahwa’, dan tukang-tukang debat. Kebanyakan dua hal tersebut selalu bergandengan. Maka jarang kamu dapati seorang yang rusak akidahnya kecuali akan nampak juga kerusakan pada amalnya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Obat Dua Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah telah memberi untuk menanggulangi syubhat dan syahwat dalam hadistnya,&lt;span style="color:#ff00ff;"&gt; “Sesungguhnya dunia itu terkutuk, terkutuk juga apa yang ada di dalamnya kecuali dzikrullah dan mendekatkan diri kepada-Nya, orang alim dan muta’alim (penuntut ilmu).” (HR. Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dzikrullah dan pendekatan diri kepada-Nya merupakan senjata untuk melawan syahwat, sedangkan mempelajari dan mengajarkan ilmu agama dapat menghancurkan syubhat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Qayyim mensarikan obat bagi syubhat dan syahwat dari firman Allah, &lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (As-Sajdah : 24)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam Risalah Ila Kulli Muslim, beliau berkata, &lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;“Allah menggabungkan antara kesabaran dan keyakinan karena keduanya itulah dasar kebahagiaan seorang hamba. Hilangnya keduanya, berarti hilangnya kebahagiaan. Karena hati itu kerap disusupi syahwat yang menyelisihi perintah Allah dan syubhat yang menyelisihi jalan kebaikan. Dengan kesabaran, syahwat dapat direm, dan dengan keyakinan, syubhat dan kesamaran bisa ditepis.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Syubhat dan syahwat sudah menjadi senjata abadi musuh manusia, tinggal kita saja yang mau atau tidak mau untuk menuntut ilmu, menyakini, serta mengamalkan ketaatan kepada Allah. Inilah pilihan bagi kita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-5948534179784456317?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/5948534179784456317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=5948534179784456317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5948534179784456317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5948534179784456317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/04/dua-racun-hati.html' title='Dua Racun Hati'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-5913478690540701301</id><published>2008-04-01T02:54:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T03:04:34.717-07:00</updated><title type='text'>Prinsip Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah Terhadap Masalah Kufur Dan Takfir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Definisi Kufur&lt;br /&gt; Kufur secara bahasa, berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’, kufur adalah, tidak beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam , baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya.[37] Orang yang melakukan kekufuran, tidak beriman kepada Allah dan Rasul- Nya disebut kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Prinsip-Prinsip Ahlus Sunnah Dalam Masalah Kufur Dan Takfir&lt;br /&gt; Masalah takfir (kafir-mengkafirkan) adalah masalah yang sangat berbahaya. Karena itu, para ulama sangat berhati-hati dalam masalah ini, sebagaimana penjelasan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Karena inilah, wajib berhatihati dalam mengkafirkan kaum Muslimin dengan sebab dosa dan kesalahan (yang dilakukan). Karena hal ini adalah bid’ah yang pertama kali muncul dalam Islam, sehingga pelakunya mengkafirkan kaum Muslimin dan menghalalkan darah serta harta mereka”.[38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di bawah ini saya akan jelaskan kaidah-kaidah menurut para ulama Ahlus Sunnah tentang masalah kufur dan takfir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [1]. Masalah pengkafiran adalah hukum syar’i dan tempat kembalinya kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [2]. Barangsiapa yang tetap keislamannya secara meyakinkan, maka keislaman itu tidak bisa lenyap darinya, kecuali dengan sebab yang meyakinkan pula.[39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [3]. Tidak setiap ucapan dan perbuatan -yang disifatkan nash sebagai kekufuran- merupakan kekafiran yang besar (kufur akbar) yang mengeluarkan seseorang dari agama, karena sesungguhnya kekafiran itu ada dua macam, yaitu: kekafiran kecil (asghar) dan kekafiran besar (akbar). Maka, hukum atas ucapan-ucapan maupun perbuatan-perbuatan ini, sesungguhnya berlaku menurut ketentuan metode para ulama Ahlus Sunnah dan hukumhukum yang mereka keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [4]. Tidak boleh menjatuhkan hukum kafir kepada seorang muslim, kecuali telah ada petunjuk yang jelas, terang dan mantap dari al-Qur‘an dan as-Sunnah atas kekufurannya. Maka, dalam permasalahan ini, tidak cukup hanya dengan syubhat dan zhan (persangkaan) saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ahlus Sunnah tidak menghukumi atas pelaku dosa besar tersebut dengan kekafiran. Namun menghukuminya sebagai bentuk kefasikan dan kurangnya iman, apabila bukan dosa syirik dan dia tidak menganggap halal perbuatan dosanya. Hal ini karena Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” [An-Nisa‘: 48]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam memperingatkan dengan keras tentang tidak bolehnya seseorang menuduh orang lain dengan “kafir” atau “musuh Allah”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya “wahai kafir”, maka dengan ucapan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya, apabila seperti yang ia katakan; namun apabila tidak, maka akan kembali kepada yang menuduh” [40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ ... Dan barangsiapa yang menuduh kafir kepada seseorang atau mengatakan ia musuh Allah, sedangkan orang tersebut tidaklah demikian, maka tuduhan tersebut berbalik kepada dirinya sendiri”.[41]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Janganlah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan ataupun kekufuran, karena tuduhannya akan kembali kepada dirinya, jika orang yang dituduh tidak seperti yang ia tuduhkan.[42]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [5]. Terkadang ada keterangan dalam al-Qur‘an dan as-Sunnah yang mendefinisikan bahwa suatu ucapan, perbuatan atau keyakinan merupakan kekufuran (bisa disebut kufur). Namun, tidak boleh seseorang dihukumi kafir, kecuali telah ditegakkan hujjah atasnya dengan kepastian syarat-syaratnya, yakni mengetahui, dilakukan dengan sengaja dan bebas dari paksaan, serta tidak ada penghalang-penghalang (yang berupa kebalikan dari syarat-syarat tersebut).[43]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan yang berhak menentukan seseorang telah kafir atau tidak adalah Ahlul ‘Ilmi yang dalam ilmunya, dan para ulama Rabbani44 dengan ketentuan-ketentuan syari’at yang sudah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [6]. Ahlus Sunnah tidak mengkafirkan orang yang dipaksa (dalam keadaan diancam), selama hatinya tetap dalam keadaan beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya adzab yang besar” [An-Nahl:106]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [7]. Kufrun akbar (kekafiran besar) ada beberapa macam, sebagai berikut.&lt;br /&gt; a. Juhud (mengingkari)&lt;br /&gt; b.Takdzib (mendustakan)&lt;br /&gt; c. Iba‘ (sikap enggan)&lt;br /&gt; d. Syakk (keraguan)&lt;br /&gt; e. Nifaq (kemunafikan)&lt;br /&gt; f. I’radh (sikap berpaling)&lt;br /&gt; g. Istihza‘ (memperolok-olok)&lt;br /&gt; h. Istihlal (penghalalan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [8]. Sebab-sebab yang dapat membawa kepada kekafiran besar ada tiga macam, yaitu: perkataan, perbuatan, dan i’tiqad (keyakinan). Di antara kufur ‘amali (perbuatan) dan qauli (ucapan), ada yang bisa mengeluarkan pelakunya dari agama dengan sendirinya dan tidak mensyaratkan penghalalan hati. Yaitu sesuatu perbuatan atau perkataan yang jelas bertentangan dengan iman dari segala seginya, misalnya menghujat Allah Ta’ala, mencaci-maki Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersujud kepada berhala, membuang mushaf al Qur`an di tempat sampah, dan perbuatan-perbuatan lain yang semakna dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dijatuhkannya hukum kufur ini kepada orang-orang tertentu tidak boleh, melainkan setelah memenuhi syarat-syarat (kufur) yang bisa diterima, sebagaimana perbuatanperbuatan lain yang menyebabkan kafir pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [9]. Sesungguhnya amalan kekafiran adalah kufur dan bisa menyebabkan pelakunya kafir, sebab keadaannya menunjukkan kepada batinnya yang juga kufur. Ahlus Sunnah tidak mengatakan seperti ucapannya para ahli bid’ah: “Amalan kekafiran tidak kufur, tapi dia menunjukkan kepada kekufuran!” Perbedaan keduanya jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [10]. Sebagaimana ketaatan merupakan sebagian dari cabang-cabang iman, demikian juga maksiat merupakan sebagian dari cabang kekafiran. Masing-masing sesuai dengan kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [11]. Ahlus Sunnah tidak mengkafirkan seorang pun dari ahlul kiblat (kaum Muslimin), yang dikarenakan dosa-dosa besarnya. Mereka mengkhawatirkan terjadinya nash-nash ancaman kepada pelaku dosa-dosa besar, walaupun mereka tidak kekal di dalam neraka. Bahkan mereka akan bisa keluar dengan syafa’at para pemberi syafa’at, dan karena rahmat Allah Ta’ala disebabkan pada mereka masih ada tauhid. Pengkafiran karena dosa besar adalah madzhab Khawarij yang keji.[45]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perbedaan Antara Kufur Besar dan Kufur Kecil&lt;br /&gt; [1]. Kufur besar mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya, sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala) amalnya, tetapi bisa mengurangi (pahala)nya sesuai dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [2]. Kufur besar menjadikan pelakunya kekal di dalam neraka, sedangkan kufur kecil, jika pelakunya masuk neraka, maka ia tidak kekal di dalamnya, dan bisa saja Allah Ta’ala memberi ampunan kepada pelakunya sehingga ia tidak masuk neraka sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [3]. Kufur besar menjadikan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan kufur kecil tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [4]. Kufur besar mengharuskan adanya permusuhan yang sesung-guhnya, antara pelakunya dengan orang-orang mukmin. Dan orang-orang mukmin tidak boleh mencintai dan setia kepadanya, betapa pun ia adalah keluarga terdekat. Adapun kufur kecil, maka ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan, tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimanannya, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kemaksiatannya.[46] Wallaahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [Dinukil dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun XI/1428H/2007M. Judul Lengkapnya Hakikat Iman, Kufur, Dan Takfir Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama'ah &amp;amp; Menurut Firqah-Firqah Yang Sesat. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]&lt;br /&gt; __________&lt;br /&gt; Foote Note&lt;br /&gt; [37]. Majmu’ Fatawa’ ‘ (XII/335), dan lihat ‘Aqidatut-Tauhid, Syaikh Shalih al-Fauzan, halaman 81.&lt;br /&gt; [38]. Majmu’ Fatawa’ (XIII/31)&lt;br /&gt; [39]. Majmu’ Fatawa’ (XII/466).&lt;br /&gt; [40]. Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim (no. 60), Abu ‘Awanah (I/23), Ibnu Hibban (no. 250-at-Ta’liqatul-Hisan ‘ala Shahih Ibni Hibban), dan Ahmad (II/44) dari Sahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhuma .&lt;br /&gt; [41]. Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim (no. 61), dari Sahabat Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu&lt;br /&gt; [42]. Hadits shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6045) dan Ahmad (V/181), dari Sahabat Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu&lt;br /&gt; [43]. Syarat-syarat seseorang bisa dihukumi kafir: (1). mengetahui (dengan jelas), (2). dilakukan dengan sengaja, dan, (3). tidak ada paksaan.&lt;br /&gt; Sedangkan intifa’ul mawani’ (tidak ada penghalang yang menjadikan seseorang dihukumi kafir), yaitu kebalikan dari syarat tersebut di atas. (1). Tidak mengetahui, (2). Tidak disengaja, dan (3). Karena dipaksa. Lihat Mujmal Masa-ilil Iman wal Kufr al-‘Ilmiyyah fi Ushulil-‘Aqidah as-Salafiyyah, Cetakan II Tahun 1424 H, halaman 28-35, dan Majmu’ Fatawa’ (XII/498).&lt;br /&gt; [44]. Rabbani, adalah orang yang bijaksana, ‘alim, dan penyantun, serta banyak ibadah dan ketakwaannya. Lihat Tafsir Ibnu Katsir (I/405).&lt;br /&gt; [45]. Lihat bahasan kufur dan takfir dalam Majmu’ al-Fatawa (XII/498) dan Mujmal Masa-ilil-Iman wal-Kufr al-‘Ilmiyyah fi Ushulil-‘Aqidah as-Salafiyyah, oleh Musa Alu Nashr, ‘Ali Hasan al-Halabi al-Atsari, Salim bin ‘Id al-Hilali, Masyhur Hasan Alu Salman, Husain bin ‘Audah al-‘Awayisyah, Basim bin Faishal al-Jawabirah - -, Cetakan II Tahun 1424 H, halaman 28-35. Lihat pula Al-Wajiz fi ‘Aqidatis-Salafish-Shalih, ‘Abdullah bin ‘Abdil Hamid al-Atsari, dimuraja’ah dan ditaqdim oleh beberapa ulama, Darur-Rayah, Cetakan II Tahun 1422 H, halaman 121-126, dan Fitnatut-Takfiir, oleh Muhadditsul-‘Ashr Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Taqdim : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, dan Ta’liq : Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin , dikumpulkan oleh ‘Ali bin Husain Abu Lauz, Dar Ibnu Khuzaimah, Cetakan II Tahun 1418 H, dan Tabshir bi Qawa’idit-Takfiir, Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid, Cetakan I Tahun 1423 H.&lt;br /&gt; [46]. ‘Aqidatut Tauhid, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah al-Fauzan, halaman 84. Pembahasan tentang pembatal-pembatal Islam dapat dilihat pada buku saya, Prinsip Dasar Islam, Pustaka at-Taqwa, Bogor, Cetakan II. &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2394/slash/0#top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-5913478690540701301?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/5913478690540701301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=5913478690540701301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5913478690540701301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5913478690540701301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/04/prinsip-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html' title='Prinsip Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah Terhadap Masalah Kufur Dan Takfir'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-5598448941254364058</id><published>2008-03-28T03:01:00.000-07:00</published><updated>2008-04-07T22:02:26.733-07:00</updated><title type='text'>MAKANAN DARI HASIL TILIK</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;MAKANAN DARI HASIL TILIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Abu Bakar mempunyai seorang hamba yang menyerahkan sebahagian daripada pendapatan hariannya kepadanya sebagai tuan. Pada suatu hari hambanya telah membawa makanan yang dimakannya sedikit oleh Abu Bakar. Hambanya berkata, "Kamu selalu bertanya tentang sumber makanan yang aku bawa, tetapi hari ini kamu tidak berbuat demikian ?"&lt;br /&gt;Abu Bakar menjawab, "Aku terlalu lapar sehingga aku lupa bertanya. Terangkanlah kepada aku di mana kamu mendapat makanan ini ?"&lt;br /&gt;Hamba menjawab, "Sebelum aku memeluk Islam, aku menjadi tukang tilik. Orang-orang yang aku tilik nasibnya kadang-kadang tidak boleh membayar wang kepadaku. Mereka berjanji membayarnya apabila saja memperolehi. Aku berjumpa dengan mereka hari ini. Merekalah yang memberikan aku makanan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata hambanya, Abu Bakar memekik, "Ah! Nyaris-nyaris kau bunuh aku."&lt;br /&gt;Kemudian dia cuba mengeluarkan makanan yang telah ditelannya. Ada orang yang mencadangkan supaya dia mengisi perutnya dengan air dan kemudian memuntahkan makanan yang ditelannya tadi. Cadangan ini diterima dan dilaksanakannya sehingga makanan itu dimuntahkan keluar.&lt;br /&gt;Kata seorang pemerhati, "Semoga Allah mencucuri rahmat ke atasmu. Kamu telah bersusah-payah kerana makanan yang sedikit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sudah pasti memaksanya keluar walaupun dengan berbuat demikian aku mungkin kehilangan jiwaku sendiri. Aku mendengar Nabi berkata, "Badan yang tumbuh subur dengan makanan haram akan merasai api neraka. Oleh kerana itulah maka aku memaksa makanan itu keluar takut kalau-kalau ia menyuburkan badanku."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-5598448941254364058?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/5598448941254364058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=5598448941254364058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5598448941254364058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5598448941254364058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/03/makanan-dari-hasil-tilik.html' title='MAKANAN DARI HASIL TILIK'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-8896159449507695835</id><published>2008-03-28T02:37:00.000-07:00</published><updated>2008-03-28T03:01:20.313-07:00</updated><title type='text'>KUBUR BERKATA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;KUBUR BERKATA SEWAKTU&lt;br /&gt;SEWAKTU JENAZAH FATIMAHAZZAHRA&lt;br /&gt;HENDAK DIKEBUMIKAN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahawa sewaktu Fatimah r.a. meninggal dunia maka jenazahnya telah&lt;br /&gt;diusung oleh 4 orang, antara :-&lt;br /&gt;1. Ali bin Abi Talib (suami Fatimah r.a)&lt;br /&gt;2. Hasan (anak Fatima r.a)&lt;br /&gt;3. Husin (anak Faimah r.a)&lt;br /&gt;4. Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a&lt;br /&gt;Sewaktu jenazah Fatimah r.a diletakkan di tepi kubur maka Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a&lt;br /&gt;berkata kepada kubur, "Wahai kubur, tahukah kamu jenazah siapakah yang kami&lt;br /&gt;bawakan kepada kamu ? Jenazah yang kami bawa ini adalah Siti Fatimah az-Zahra, anak&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W."&lt;br /&gt;Maka berkata kubur, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berdarjat atau orang yang&lt;br /&gt;bernasab, adapun aku adalah tempat amal soleh, orang yang banyak amalnya maka dia&lt;br /&gt;akan selamat dariku, tetapi kalau orang itu tidak beramal soleh maka dia tidak akan&lt;br /&gt;terlepas dari aku (akan aku layan dia dengan seburuk-buruknya)."&lt;br /&gt;Abu Laits as-Samarqandi berkata kalau seseorang itu hendak selamat dari siksa kubur&lt;br /&gt;hendaklah melazimkan empat perkara semuanya :-&lt;br /&gt;1. Hendaklah ia menjaga solatnya&lt;br /&gt;2. Hendaklah dia bersedekah&lt;br /&gt;3. Hendaklah dia membaca al-Qur'an&lt;br /&gt;4. Hendaklah dia memperbanyakkan membaca tasbih kerana dengan memperbanyakkan&lt;br /&gt;membaca tasbih, ia akan dapat menyinari kubur dan melapangkannya.&lt;br /&gt;Adapun empat perkara yang harus dijauhi ialah :-&lt;br /&gt;1. Jangan berdusta&lt;br /&gt;2. Jangan mengkhianat&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3. Jangan mengadu-domba (jangan suka mencucuk sana cucuk sini)&lt;br /&gt;4. Jangan kencing sambil berdiri&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda yang bermaksud, "Bersucilah kamu semua dari&lt;br /&gt;kencing, kerana sesungguhnya kebanyakan siksa kubur itu berpunca dari kencing."&lt;br /&gt;Seseorang itu tidak dijamin akan terlepas dari segala macam siksaan dalam kubur,&lt;br /&gt;walaupun ia seorang alim ulama' atau seorang anak yang bapanya sangat dekat dengan&lt;br /&gt;Allah. Sebaliknya kubur itu tidak memandang adakah orang itu orang miskin, orang&lt;br /&gt;kaya, orang berkedudukan tinggi atau sebagainya, kubur akan melayan seseorang itu&lt;br /&gt;mengikut amal soleh yang telah dilakukan sewaktu hidupnya di dunia ini.&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali kita berfikir bahawa kita akan dapat menjawab setiap soalan yang&lt;br /&gt;dikemukakan oleh dua malaikat Mungkar dan Nakir dengan cara kita menghafal. Pada&lt;br /&gt;hari ini kalau kita berkata kepada saudara kita yang jahil takutlah kamu kepada Allah dan&lt;br /&gt;takutlah kamu kepada soalan yang akan dikemukakan ke atas kamu oleh malaikat&lt;br /&gt;Mungkar dan Nakir, maka mereka mungkin akan menjawab, "Ah mudah sahaja, aku&lt;br /&gt;boleh menghafal untuk menjawabnya."&lt;br /&gt;Itu adalah kata-kata orang yang tidak berfikiran. Seseorang itu tidak akan dapat&lt;br /&gt;menjawab setiap soalan di alam kubur jikalau dia tidak mengamalkannya sebab yang&lt;br /&gt;akan menjawab ialah amalnya sendiri. Sekiranya dia rajin membaca al-Qur'an, maka al-&lt;br /&gt;Qur'an itu akan membelanya dan begitu juga seterusnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-8896159449507695835?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/8896159449507695835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=8896159449507695835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/8896159449507695835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/8896159449507695835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/03/kubur-berkata.html' title='KUBUR BERKATA'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-2269488986623178132</id><published>2008-02-19T20:55:00.000-08:00</published><updated>2008-03-28T02:32:46.841-07:00</updated><title type='text'>Terjadinya Qiyamat Menurut Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Beriman kepada hari qiyamat merupakan unsur pokok keimanan dalam Islam. &lt;strong&gt;Tanpa beriman kepada hari qiyamat, iman seseorang tidak akan diterima.&lt;/strong&gt; Sebagaimana tidak diterima apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan qadha qadar dariNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: &lt;em&gt;"...Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (qiyamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."&lt;/em&gt;(An-Nisaa':136).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kepastian adanya Hari Qiyamat itu sendiri Allah menegaskan dalam firman-firmanNya, diantaranya: &lt;em&gt;"Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-sekali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan , kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."&lt;/em&gt; (At-Taghabun 64:7).&lt;/p&gt;   &lt;span style=""&gt;Allah subhannahu wa ta'ala berfirman pula, yang artinya : &lt;em&gt;"...serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (qiyamat) tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka." &lt;/em&gt; (As-Syura 42:7) &lt;em&gt;Dan firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang artinya: "Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."&lt;/em&gt; (An-Naml 27:82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang artinya : &lt;em&gt;"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari qiyamat), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir."&lt;/em&gt; (Al-Anbiyaa': 96-97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang artinya : &lt;em&gt;"Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah qiyamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung 'Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata : Ambillah, bacalah kitabmu (ini). Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya sekiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku. (Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin."&lt;/em&gt; (Al-Haaqqah 69:13-34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak ayat-ayat lain di dalam Al-Qur'an yang menegaskan tentang hari qiyamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TANDA-TANDA KIAMAT&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Adapun tanda-tanda qiyamat, Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; menjelaskan dengan beberapa haditsnya. Diantaranya: &lt;em&gt;"Sesungguhnya qiyamat itu tidak akan terjadi sebelum adanya sepuluh tanda-tanda qiyamat, yaitu tenggelam di Timur, tenggelam di Barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap, datangnya Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya'juj dan Ma'juj, terbit matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Aden&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang menggiring manusia, dan turunnya Nabi Isa."&lt;/em&gt; (Hadits Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Nabi &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; dalam sabdanya yang lain: &lt;em&gt;"Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah, pen). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa'), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Dan syetan menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya. Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya). &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:12;"&gt;Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu. Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari Qiyamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara Qiyamat)."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; (Hadits Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; ketika berkhutbah : &lt;em&gt;"Wahai manusia, bahwasanya kamu nanti akan dihimpun Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat, dalam keadaan kulup (tidak dikhitan). Ingatlah bahwa orang yang mula-mula diberi pakaian adalah Ibrahim AS. Ingatlah bahwa nanti ada di antara umatku yang didudukkan di sebelah kiri. Ketika itu aku berkata: Ya Tuhan, (mereka itu adalah) sahabatku. Lalu Tuhan berkata: Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sesudah kamu (wafat)."&lt;/em&gt; (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERTANGGUNG JAWABAN&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Mengenai pertanggungan jawab perbuatan, Nabi Muhammad &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;"Pada hari Qiyamat, setiap hamba tak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, yaitu tentang umur untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan (kesehatan) badannya untuk apa ia pergunakan."&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;(HR Tirmidzi, hadits hasan shahih, dan teks ini menurut riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang dahsyatnya keadaan Qiyamat sampai manusia tak ingat pada lainnya, adapun penjelasannya: &lt;em&gt;"Dari Aisyah , Bahwa ia teringat Neraka lalu menangis, maka Rasulullah ` bertanya: Apa yang menyebabkan engkau menangis? Aisyah menjawab: Aku teringat pada Neraka, hingga aku menangis. Apakah pada hari Qiyamat kamu akan ingat pada keluargamu? Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam : Adapun di tiga tempat, orang tidak teringat pada yang lainnya, yaitu ketika ditimbang amalnya sebelum dia mengetahui berat ringannya amal kebaikannya. Ketika buku catatan amalnya beterbangan sebelum dia mengetahui di mana hinggapnya buku itu, di sebelah kanan, kiri, atau di belakangnya. Dan ketika meniti titian/jembatan (shirath) yang terbentang di punggung neraka Jahannam sebelum dia melaluinya."&lt;/em&gt; (HR Abu Daud, hadits hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Itulah peristiwa Qiyamat yang wajib kita yakini beserta tanda-tandanya.&lt;/strong&gt; Semuanya itu merupakan hal yang ghaib, hanya Allah yang mengetahui, sedang Nabi &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;mengkhabarkan itu dari wahyu Allah. Maka hal-hal yang tak sesuai dengan penjelasan Allah dan RasulNya mesti kita tolak, meskipun datangnya dari orang yang mengaku intelek, pakar, ataupun mengaku telah menyelidiki bertahun-tahun dengan metode yang disebut ilmiah dan canggih. Sebaliknya, kalau itu datang dari Allah dan RasulNya, maka wajib kita imani. Dan beriman kepada Hari Qiyamat itu merupakan halyangtermasuk pokok di dalamIslam seperti tersebut di atas. Mengingkarinya berarti rusak keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari: Minhajul Muslim , oleh Abu Bakr Al-Jazairi)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-2269488986623178132?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/2269488986623178132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=2269488986623178132' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/2269488986623178132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/2269488986623178132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/02/terjadinya-qiyamat-menurut-islam.html' title='Terjadinya Qiyamat Menurut Islam'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-5875299556685253797</id><published>2008-02-18T01:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T08:03:08.098-08:00</updated><title type='text'>Mutiara Berharga Bagi Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-style: italic;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9mM_-PXsa6k/R7lTCaasoiI/AAAAAAAAAC4/cmVnHAuESRM/s1600-h/togaye2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9mM_-PXsa6k/R7lTCaasoiI/AAAAAAAAAC4/cmVnHAuESRM/s200/togaye2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168253348300497442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saudaraku, Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta`ala mengutus kita ke muka bumi adalah dalam rangka menjalankan tugas yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt; Yaitu mempersembahkan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala, menegakkan syariat-Nya, serta memberantas berbagai kemungkaran yang bisa mengundang murka Allah Subhanahu wa Ta`ala. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman : &lt;em&gt;“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku, Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pemberi rezeki, yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”&lt;/em&gt; (Adz-Dzaariyaat:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perjalanan hidup manusia yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala. Agar mereka menjalani aktivitas hidup ini sesuai dengan masyi’ah (kehendak)-Nya. Namun dengan kehendak Allah pulalah maka diantara manusia itu ada yang beriman lagi taat, dan ada pula yang ingkar lagi menolak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Ini semua merupakan bukti keadilan Allah Subhanahu wa Ta`ala terhadap segenap hamba-Nya. Dengan bukti keadilan-Nya Allah hendak menguji para hamba, apakah mereka benar-benar beriman kepada Allah atau sebaliknya? Dan apakah mereka akan dibiarkan mengatakan : ”Kami beriman,” lantas mereka tidak diuji?. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-style: italic;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman : &lt;em&gt;”Alif Laam Miim, Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan : “kami telah beriman“, sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar. Dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”&lt;/em&gt; (Al Ankabut : 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman : &lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : ”Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu, maka diantara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya” &lt;/em&gt;(An Nahl : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurahman bin Hasan Alu Syaikh menjelaskan bahwa ayat di atas menunjukkan tentang hikmah diutusnya para rasul, yaitu untuk mendakwahi umat agar mereka beribadah kepada Allah semata dan melarang mereka dari beribadah kepada selain-Nya. Ini merupakan agama para Nabi dan Rasul, walaupun berbeda syariat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : &lt;em&gt;“Untuk tiap tiap umat diantara kamu Kami berikan aturan (syariat ) dan jalan yang terang.“&lt;/em&gt; (Al Maidah : 48) (Fathul Madjid hal 29 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah setiap muslim mengetahui bahwa perjalanan hidup mereka di dalam mencari ridho Allah Azza wa Jalla, tidak akan menuju kesempurnaan kecuali didasari dengan ilmu syariat. Maka ilmu adalah sarana yang sangat penting bagi kemaslahatan manusia untuk menjalankan aktifitas hidup di dunia. Karena ilmu merupakan sumber kehidupan jiwa dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga tidak akan sempurna dan tegak tatanan kehidupan manusia apabila ilmu tidak lagi dijadikan pedoman dan jalan hidup mereka. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan ilmu bagi hati bagaikan siraman hujan yang turun ke bumi. Jadi sebagaimana tidak ada kehidupan di muka bumi kecuali dengan turunnya hujan, maka demikian pula tidak ada kehidupan bagi hati kecuali dengan siraman ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Muwaththo -karya Imam Malik- disebutkan : Lukman berkata kepada anaknya : “Wahai anakku duduklah kamu bersama para ulama dan dekatilah mereka dengan kedua lututmu (bergaul dengan mereka), maka sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta`ala menghidupkan hati-hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan (menyuburkan) bumi dengan hujan yang deras.” (Kitab Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Karena itu kebutuhan hati manusia terhadap cahaya ilmu merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebagaimana kebutuhan bumi terhadap turunnya hujan tatkala terjadi kekeringan dan paceklik. Maka ilmu merupakan mutiara yang sangat berharga bagi setiap muslim. Karena dengan ilmu jiwa-jiwa manusia akan hidup dan sebaliknya jiwa-jiwa mereka akan mati apabila tidak dibekali dengan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang-orang yang arif berkata : “Bukankah orang yang sakit akan mati tatkala tercegah dari makanan , minuman dan obat-obatan? maka dijawab : “Tentu saja,” Mereka mengatakan : “Demikian pula halnya dengan hati jika terhalang dari ilmu dan hikmah maka akan mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tepat jika dikatakan bahwa ilmu merupakan makanan dan minuman hati, serta penyembuh jiwa, karena kehidupan hati bersandar kepada ilmu. Maka apabila ilmu telah sirna dari hati seseorang berarti hakekatnya dia telah mati. Akan tetapi dia tidak merasakan kematian tersebut. Orang yang hatinya telah mati ibarat seorang pemabuk yang hilang akalnya (disebabkan maksiat yang dia lakukan). (Kitab Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 144-145). Sesungguhnya sebab utama yang bisa merusak bahkan mematikan hati adalah maksiat. Jika hati semakin rusak maka cahaya tersebut akan melemah dan berkurang. Sebagian salaf berkata : “Tidaklah seseorang yang bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala sehingga (menyebabkan) hilang akalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tertutupnya hati manusia dari cahaya ilmu, tergantung dari tingkatan maksiat yang mereka lakukan. Jika semakin banyak dosa yang dilakukan, maka akan semakin banyak pula celah-celah hati yang tertutup dari cahaya ilmu, dan semakin sulit terbukanya peluang bagi hati untuk tersirami dengan cahaya ilmu. Sehingga menyebabkan dia termasuk dari golongan orang orang yang lalai. Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman : “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (Al Muthaffifin : 14), Sebagian salaf menafsirkan ayat tersebut, yaitu : “Dosa yang dilakukan terus menerus (dosa di atas dosa).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al Hasan : yaitu “Dosa di atas dosa hingga membutakan hati.” (Meriwayatkan darinya (Al Hasan) Abd Ibnu Hamid sebagaimana dalam (Ad Durul Mantsur : 8/447) (Ad Da`u wad Dawa` hal 95-96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu hendaklah kita sebagai muslim senantiasa menjaga ilmu yang ada di dalam hati dari hal-hal yang akan memadamkannya. Disertai dengan niat yang ikhlas dan mengamalkan kandungan ilmu tersebut, serta banyak memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Sehingga kita bisa menepis berbagai pengaruh dosa yang merupakan sebab kelalaian dan kejahilan manusia. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman : &lt;em&gt;“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka diperingatkan dengannya.”&lt;/em&gt; (Al-Ma`idah : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al Imam Syafi`i pernah mengatakan : &lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Aku pernah mengeluh kepada Imam Waqi` tentang jeleknya hafalanku&lt;br /&gt;Maka beliau membimbingku untuk meningggalkan maksiat&lt;br /&gt;Dan beliau berkata : ” Ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya&lt;br /&gt;Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Al Imam Syafi`i tersebut merupakan peringatan sekaligus nasehat yang bermanfaat bagi kita, jika tidak ingin kehilangan mutiara yang sangat berharga yaitu ilmu yang bermanfaat. Akhir kata, kita memohon kepada Allah agar menganugerahkan Taufik dan Hidayah-Nya, mengokohkan iman kita dengan ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat serta tidak memalingkan hati kita kepada kesesatan dan kebinasaan. Amin Yaa mujiibas saa`ilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua`lam bis showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari tulisan Ustadz Abdul Azis As Salafy)&lt;br /&gt;Posted By Togaye Lampung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-5875299556685253797?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/5875299556685253797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=5875299556685253797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5875299556685253797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/5875299556685253797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/02/mutiara-berharga-bagi-seorang-muslim.html' title='Mutiara Berharga Bagi Seorang Muslim'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9mM_-PXsa6k/R7lTCaasoiI/AAAAAAAAAC4/cmVnHAuESRM/s72-c/togaye2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8512752131952100987.post-1211905673167023014</id><published>2008-02-18T01:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T01:13:06.960-08:00</updated><title type='text'>Sekilas Asal Usul Penyembahan Berhala</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Zaman dahulu, hiduplah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; orang sholih yang bernama Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Ketika mereka meninggal, kaumnya dibisikan oleh syetan untuk membuat patung-patung yang serupa dengan mereka dan dinamakan sebagaimana nama-nama mereka. Awalnya, patung-patung tersebut tidak disembah. Karena, akal sehat mana yang membenarkan penyembahan patung buatan sendiri. Tapi saat mereka (generasi pembuat patung) sudah meninggal, dan pengetahuan tentang hal tersebut mulai kabur, maka ritual penyembahan patung mulai tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mereka mengira, patung-patung tersebut bisa mendekatkan diri mereka kepada Alloh Subhaallohu wa Ta’ala, sehingga pantas untuk disembah. Tentu saja itu perkiraan yang tidak berdasar sama sekali dan melenceng dengan suksek dari kebenaran. Sungguh hal ini adalah hasil tipu daya syetan atas kekurangan manusia pada saat itu dalam mencari kebenaran dan Aqidah yang shohih.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kemudian Alloh &lt;em&gt;Subhanallohu wa Ta’ala&lt;/em&gt; membangkitkan Rasul-Nya yang pertama, nabi Nuh &lt;em&gt;‘Alaihissalam&lt;/em&gt; untuk menggiring mereka kembali kepada jalan yang benar. Sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur’an yang artinya: &lt;em&gt;“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih", Nuh berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, yaitu) sembahlah olehmu Alloh, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Alloh akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Alloh apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui"” &lt;/em&gt;(QS. Nuh: 1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua diantara mereka yang mendengarkan himbauan ini, sebagian dari mereka menolak ajakan Nabi Nuh ‘Alaihissalam, seperti yang diceritakan oleh Alloh &lt;em&gt;Subhanallohu wa Ta’ala&lt;/em&gt; di dalam Al Qur’an, yang artinya: &lt;em&gt;“Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr", Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia);…..” &lt;/em&gt;(QS. Nuh: 23-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Alloh &lt;em&gt;Subhanallohu wa Ta’ala&lt;/em&gt; mengazab mereka dengan banjir bandang dan tiada kemampuan bagi patung-patung yang mereka sembah untuk menolong mereka. Hanya Alloh &lt;em&gt;Subhanallohu wa Ta’ala&lt;/em&gt; yang yang dapat menolong mereka. Tetapi karena mereka menyembah berhala, maka Alloh tidak memberi pertolongan. Alloh &lt;em&gt;Subhanallohu wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman, yang artinya: &lt;em&gt;“Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Alloh” &lt;/em&gt;(QS. Nuh: 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita pahami, suatu hal yang tampaknya sangat sepele, bisa membawa kita menuju pada perkara yang sangat mengerikan. Pada mulanya memang patung-patung tersebut dibuat dengan niat bukan untuk disembah, tapi lama kelamaan, mereka terperosok dalam jurang kemusyirikan yang sungguh luar biasa, suatu dosa besar dimana Alloh &lt;em&gt;Subhanallohu wa Ta’ala&lt;/em&gt; tidak akan mengampuninya di akhirat kecuali dia bertaubat di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bisa melihat, betapa gigihnya para syetan untuk menyesatkan manusia. Kalau dia tidak bisa menyesatkan dengan cara langsung, dia akan mencari cara yang halus dan pelan tapi pasti. Jika suatu generasi terselamatkan, maka ia akan menggunakan proyek jangka panjang dan bersabar untuk menyesatkan generasi selanjutnya. Makanya, kita jangn bermain api dengan dosa sekecil apapun. Siapa tahu itu merupakan bagian dari proyek syetan untuk menyeret kita menuju dosa yang lebih besar. Wallohu ‘Alam (Ibnu Yunus Al Andalasy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Kitab Tauhid, Ibnu Sulaiman Ad Dar’iy)&lt;br /&gt;Posted By Togaye Lampung&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8512752131952100987-1211905673167023014?l=cambah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cambah.blogspot.com/feeds/1211905673167023014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8512752131952100987&amp;postID=1211905673167023014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/1211905673167023014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8512752131952100987/posts/default/1211905673167023014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cambah.blogspot.com/2008/02/sekilas-asal-usul-penyembahan-berhala.html' title='Sekilas Asal Usul Penyembahan Berhala'/><author><name>Mr.Togaye</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12869432567606818378</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_9mM_-PXsa6k/R_m8YgwjYJI/AAAAAAAAADY/ecee1Yox_so/S220/togaye2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
