As-Salamu `alaykum! What does Islam say about anal sex? What are the consequences of having anal sex on the marriage? Jazakum Allah khayran.
Answer (Group of Islamic Researchers):
Wa `alaykum As-Salamu wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.
All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.
Dear questioner, thanks a lot for your question and concern about your religion and Allah’s Legislation even in what concerns your sexual life with your wife.
Almighty Allah says in the Qur'an: "Your wives are a tilth for you, so go to your tilth (have sexual relations with your wives in any manner as long as it is in the vagina and not in the anus), when or how you will, and send (good deeds, or ask Allah to bestow upon you pious offspring) for your own selves beforehand. And fear Allah, and know that you are to meet Him (in the Hereafter), and give good tidings to the believers (O Muhammad)." (Al-Baqarah: 223)
In the foregoing verse the word harth (tilth) indicates that only vaginal sex is permissible in Islam, because it is from this place children are produced. The semen lodged in the womb from which offspring comes is likened to the seeds that are planted in the ground, bringing vegetation. Both of them are substances from which something else is produced.
All Muslim jurists agree that anal sex is haram (prohibited), based on the hadith of the Prophet (peace and blessings be upon him): "Do not have anal sex with women." (Reported by Ahmad, At-Tirmidhi, An-Nasa'i, and Ibn Majah.)
Khuzaymah Ibn Thabit (may Allah be pleased with him) also reported that the Messenger of Allah (peace and blessings be upon him) said: "Allah is not too shy to tell you the truth: Do not have sex with your wives in the anus." (Reported by Ahmad, 5/213.)
Ibn `Abbas (may Allah be pleased with him) narrated: "The Messenger of Allah (peace and blessings be upon him) said: "Allah will not look at a man who has anal sex with his wife." (Reported by Ibn Abi Shaybah, 3/529, and At-Tirmidhi classified it as an authentic hadith, 1165)
Further, it is reported that the Prophet (peace and blessing be upon him) referred to such an act as "minor sodomy". (Reported by Ahmad and An-Nasa'i)
However, it is allowed to caress the wife and stimulate her around the anus, without having sex in this area. It is reported that `Umar Ibn Al-Khattab (May Allah be pleased with him) came one day to the Prophet and said, "O Messenger of Allah, I am ruined!" "What has ruined you?" asked the Prophet. He replied, "Last night I turned my wife over," meaning that he had had vaginal intercourse with her from the back. The Prophet (peace and blessings be upon him) did not say anything to him until the verse cited above was revealed. Then he told him, "[Make love with your wife] from the front or the back, but avoid the anus and intercourse during menstruation." (Reported by Ahmad and At-Tirmidhi)
If one does have anal sex with his wife, he has committed a grave sin, which requires repentance. He should regret and feel contrite for committing such a sin. Allah Almighty destroyed a whole nation who were accustomed to this evil habit.
But, the wife is not considered divorced as many people think, because there is no evidence to support this view. However, scholars maintain that if a man habitually does this or insists on having anal sex with his wife, she has the right to ask for a divorce, because he is considered an evildoer who is causing harm by his action, and also because the purpose of marriage cannot be achieved through this action.
The wife has to resist this evil action and refuse to respond to her husband's desire to have anal sex. She should remind him of Allah as well as the punishment of those who transgress the Bounds set by Him, Most High.
Source: Islamonline.net
Selasa, 03 Maret 2009
Minggu, 01 Maret 2009
Adab Hubungan Sex Suami-Isteri dalam Islam
Bagi yang sudah melihat buku kamasutra versi eglish, sekarang ada buku kamasutra versi Islam, mau liat buku nya.. download aja disini..
Rabu, 25 Februari 2009
Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW
Sebuah ebook tentang sejarah Nabi Muhammad SAW. Seorang Nabi dan Rasul akhir zaman yang begitu mulia baik. Budi pekerti. akhlak dan perangainya begitu terpuji bahkan sebelum Beliau diangkat oleh Allah menjadi Rasul Allah.
E-book ini akan menceritakan tentang sejarah hidup Nabi Muhammad SAW baik itu kondisi bangsa Arab sebelum Beliau dilahirkan, masa balita, masa muda, masa ketika Beliau mulai mengemban tugas sebagai Rasul Allah dan sampai masa dimana Beliau wafat.
Download Ebook nya..
E-book ini akan menceritakan tentang sejarah hidup Nabi Muhammad SAW baik itu kondisi bangsa Arab sebelum Beliau dilahirkan, masa balita, masa muda, masa ketika Beliau mulai mengemban tugas sebagai Rasul Allah dan sampai masa dimana Beliau wafat.
Download Ebook nya..
Minggu, 15 Februari 2009
Biografi Abu Bakar As-Siddiq
Abu Bakar As-Siddiq RA, Muslim pertama yang beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah, dan demi imannya itu pula dialah yang paling banyak berkorban. Sejak masuk Islam besar sekali hasratnya hendak membantu Nabi dalam berdakwah demi agama Allah dan membela kaum Muslimin. la lebih mencintai Rasulullah daripada dirinya sendiri, mendampinginya selalu dalam setiap peristiwa. Disamping sahabat Rasulullah beliau juga mertua dari Rasulullah.
Abu Bakar adalah seorang yang dipercaya oleh kaum Muslimin ketika itu untuk menjadi khalifah pertama. Beliau dikenal ramah, rendah hati dan penuh kelembutan. Di awal masa kekhalifahannya beliau memerangi Nabi palsu dan orang Muslim yang enggan membayar zakat.
Buku ini akan menceritakan biografi Abu Bakar As-Siddiq baik ketika beliau hidup bersama Rasulullah maupun ketika beliau memimpin umat Islam sebagai khalifah yang pertama.
Download Ebook Nya..
Abu Bakar adalah seorang yang dipercaya oleh kaum Muslimin ketika itu untuk menjadi khalifah pertama. Beliau dikenal ramah, rendah hati dan penuh kelembutan. Di awal masa kekhalifahannya beliau memerangi Nabi palsu dan orang Muslim yang enggan membayar zakat.
Buku ini akan menceritakan biografi Abu Bakar As-Siddiq baik ketika beliau hidup bersama Rasulullah maupun ketika beliau memimpin umat Islam sebagai khalifah yang pertama.
Download Ebook Nya..
Selasa, 10 Februari 2009
Download Software Al-Qur'an - Terjemahan Bahasa Indonesia
Bagi anda yang belum memiliki software Al-Qur'an, berikut ini Al-Qur'an digital dengan terjemahan bahasa Indonesia yang anda dapat download dan dapat anda gunakan selagi anda di depan komputer. Semoga bermanfaat.
Download Quran..
Download Quran..
Senin, 05 Januari 2009
Penyebab perceraian dan kiat-kiat untuk mengantisipasinya dalam Islam
Dalam satu hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya Allah ta'ala memberikan nikmat dunia kepada orang-orang yang dicintainya maupun yang dibencinya; tetapi Dia tidak akan memberikan nikmat beragama, kecuali kepada orang-orang yang dicintaiNya semata. (Musnad Imam Ahmad, 1/387; Al Mustadrak, 1/33. Dishahihkan Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi)
Adalah suatu hal yang sangat memprihatinkan, banyaknya terjadi kasus perceraian di dunia Islam yang disebabkan berbagai macam faktor, yang sebenarnya dapat diantisipasi. Padahal dampaknya sangat mengkhawatirkan di masyarakat; secara individual maupun kelompok masyarakat. Bukankah sangat mungkin untuk mencari solusi permasalahan ini dalam khazanah syari'at Islam yang memiliki kompleksitas dan sempurna?
Tulisan ini merupakan karya seorang ulama yang bernama Dr. Muhammad Nasir Al Humaid, salah seorang staf pengajar di Jami'ah Islamiyah Al-Madinah. Tulisan yang merupakan refleksi terhadap masyarakat dunia Islam yang kini semakin jauh dari pedoman Al Qur'an dan Sunnah. Akibat dari itu, upaya syari'at untuk menciptakan tatanan masyarakat Islam yang baik dan benar dengan jalinan pernikahan mulai goyah dengan banyaknya kasus perceraian.
Dalam tulisan ini, beliau menyebutkan beberapa point penting yang menjadi penyebab perceraian. Kebanyakan dari sebab-sebab itu, dapat diantisipasi dan ada solusinya. Namun, ada pula yang tidak memiliki alternatif lain, kecuali perceraian. Untuk mengetahui lebih jelasnya sebab-sebab dan kiat apa saja untuk mengantisipasinya silahkan download e-book ini.
Sesungguhnya Allah ta'ala memberikan nikmat dunia kepada orang-orang yang dicintainya maupun yang dibencinya; tetapi Dia tidak akan memberikan nikmat beragama, kecuali kepada orang-orang yang dicintaiNya semata. (Musnad Imam Ahmad, 1/387; Al Mustadrak, 1/33. Dishahihkan Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi)
Adalah suatu hal yang sangat memprihatinkan, banyaknya terjadi kasus perceraian di dunia Islam yang disebabkan berbagai macam faktor, yang sebenarnya dapat diantisipasi. Padahal dampaknya sangat mengkhawatirkan di masyarakat; secara individual maupun kelompok masyarakat. Bukankah sangat mungkin untuk mencari solusi permasalahan ini dalam khazanah syari'at Islam yang memiliki kompleksitas dan sempurna?
Tulisan ini merupakan karya seorang ulama yang bernama Dr. Muhammad Nasir Al Humaid, salah seorang staf pengajar di Jami'ah Islamiyah Al-Madinah. Tulisan yang merupakan refleksi terhadap masyarakat dunia Islam yang kini semakin jauh dari pedoman Al Qur'an dan Sunnah. Akibat dari itu, upaya syari'at untuk menciptakan tatanan masyarakat Islam yang baik dan benar dengan jalinan pernikahan mulai goyah dengan banyaknya kasus perceraian.
Dalam tulisan ini, beliau menyebutkan beberapa point penting yang menjadi penyebab perceraian. Kebanyakan dari sebab-sebab itu, dapat diantisipasi dan ada solusinya. Namun, ada pula yang tidak memiliki alternatif lain, kecuali perceraian. Untuk mengetahui lebih jelasnya sebab-sebab dan kiat apa saja untuk mengantisipasinya silahkan download e-book ini.
Kamis, 18 Desember 2008
Prilaku yang dapat memperpanjang umur dan merubah takdir
1. Berdoa
Hadits dari Imam at-Tirmidzi dan al-Hakim, diriwayatkan dari Abdullah ibn Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdoa, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya doa bermanfaat bagi sesuatu yang terjadi dan masih belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, maka berpeganglah, wahai hamba allah, pada doa".
Sepantasnyalah bagi seorang mukmin untuk berdoa, karena ia akan mendatangkan kebaikan dan dapat menolak keburukan dan bencana. Dalam konteks ini ada banyak hadits yang menunujkan urgensi, efek dan pengaruh yang besar dari doa, dengan izin Allah. Disebutkan dalam sebuah hadits, sabda Rasulullah saw :
"Persiapkanlah doa untuk menghadapi bencana." (HR. ath-Thabrani).
Sesungguhnya doa adalah alat untuk menolak bencana dan mendatangkan rahmat, sebagaimana perisai adalah untuk menangkis senjata, dan air sebagai sebab untuk tumbuh dan keluarnya biji-bijian dari tanah. Sebagaimana perisai akan menolak senjata, maka keduanya saling membela diri, maka begitulah doa dan bencana. Dan bukan termasuk menyadari takdir orang yang kemudian tidak membawa senjata.
2. Sedekah
Sedekah dapat menolak bencana. Karena ada hadist Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Ali, bahwa Rasulullah saw bersabda :
"Sedekah dapat merubah takdir yang mubram (yang pasti)". (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)
Asal hadits tersebut diatas adalah:
"Silahturahmi dapat memperpanjang umur, dan sedekah dapat merubah takdir yang mubram"
3. Tasbih
Bacaan tasbih dapat mencegah terjadinya bencana, karena ada hadits yang diriwayatkan Ibn Ka'ab, dari Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda :
"Subhanallah dapat mencegah turunnya azab".
Hal ini juga ditunjukan oleh firman Allah SWT, tentang Nabi Yunus as :
"Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan," (QS. ash-Shaffat : 143 - 144).
Tafsir dari QS. ash-Shaffat : 143 - 144 artinya :
Seandainya ia tidak termasuk orang-orang yang mengingat Allah, dan termasuk orang-orang yang menyucikan-Nya, meninggikan-Nya dan memohon ampun kepada-Nya, niscaya perut ikan tersebut akan menjadi kuburannya. Akan tetapi dengan bacaan tasbih, dzikir dan permohonan ampunnya telah membebaskannya dari kesedihan. Tasbihnya sebagaimana yang diceritakan sendiri oleh Allah SWT dalam firman-Nya :
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak Tuhan ( yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim," (QS. al-Anbiya': 87).
Kemudian bahwa Allah setelah itu berfirman :
"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. al-Anbiya' :88)
Dalam riwayat lain dari Sa'd ibn Abi Waqqash, Rasulullah saw bersabda :
"Maukah kalian kuberitahu suatu doa, yang jika kalian memanfaatkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu?. Para sahabat menjawab: " Ya, wahai Rasulullah." Rasul bersabda: "Yaitu, doa Dzun Nun : La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin (tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk di antara orang-orang yang zhalim)." (HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan al Hakim)
4. Shalawat Untuk Rasulullah SAW
Sebagian orang saleh berkata : Sesungguhnya diantara sebab terbesar yang dapat menolak takdir dan melenyapkan keruwetan hidup adalah banyak membaca shalawat untuk Rasulullah saw. Karena sesungguhnya banyak membaca shalawat untuk beliau termasuk perantara yang berguna untuk keamanan dari segala ketakutan dan mendapat penghargaan dari Allah dengan ketinggian derajat di Surga.
Adapun dalil yang menguatkan argumentasi ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay ibn Ka'b, bahwa seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala shalawatnya untuk Rasulullah saw, maka Beliau berkata kepada orang tersebut :
"Jika begitu, lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni." (HR. Imam Ahmad, ath-Thabrani)
Shalawat atas Nabi saw, adalah wajib menurut kesepakatan ulama (Ijma'), karena adanya firman Allah SWT :
"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya," (QS. al-Ahzab : 56)
Shalawat dari Allah SWT adalah rahmat, Shalawat dari Malaikat adalah permohonan ampun. Sedangkan Shalawat dari orang mukmin adalah doa. Rasulullah saw bersabda :
"Setiap doa terhijab di bawah langit. Ketika Shalawat telah datang mengantarnya, maka doa itu akan naik."
Dilain pihak, Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa membaca shalawat untukku satu kali, Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali."
5. Taqwa
Sesungguhnya taqwa adalah penyebab terkuat untuk mendatangkan kebaikan dan menolak bencana dengan tanpa disangka-sangka. Allah SWT berfirman :
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberikan rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya," (QS. ath-Thalaq : 2-3).
Tafsir jalan keluar yaitu dari kesulitan dan kesedihan dunia dan akhirat. Tafsir rizki dari arah yang tiada disangka-sangka yaitu memberi rizki dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.
Taqwa adalah melaksanakan ketaatan-ketaatan dan menjauhi maksiat. Siapa yang telah melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan, maka itulah hal terbesar yang dapat membukakan pintu kebahagian di dunia dan akhirat.
6. Memperbanyak Istighfar
Allah SWT berfirman :
"Maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai," (QS. Nuh : 10-12).
Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa, Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa menetapi istigfar, maka Dia akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kebebasan dari setiap kesedihan, dan Dia akan memberinya rizki dari arah yang tidak diperhitungkannya," (HR. Abu Daud, Ibn Majah dan Imam Ahmad).
Diceritakan bahwa seseorang telah mengadukan tentang paceklik dan kekeringan kepada Hasan al-Bashri, maka beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."
Orang lain mengadukan tentang kemiskinannya kepada beliau, beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."
Satunya lagi datang mengadukan tentang masalah kebunnya yang ditimpa kekeringan. Beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."
Yang lain lagi datang kepada beliau mengadukan masalah kemandulannya. Beliau tetap menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."
Kemudian beliau membacakan ayat tersebut (QS. Nuh : 10-12), kepada mereka.
Disadur dari buku : Prilaku yang dapat memperpanjang umur dan merubah takdir, oleh Ahmad Baghlabah.
Hadits dari Imam at-Tirmidzi dan al-Hakim, diriwayatkan dari Abdullah ibn Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdoa, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya doa bermanfaat bagi sesuatu yang terjadi dan masih belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, maka berpeganglah, wahai hamba allah, pada doa".
Sepantasnyalah bagi seorang mukmin untuk berdoa, karena ia akan mendatangkan kebaikan dan dapat menolak keburukan dan bencana. Dalam konteks ini ada banyak hadits yang menunujkan urgensi, efek dan pengaruh yang besar dari doa, dengan izin Allah. Disebutkan dalam sebuah hadits, sabda Rasulullah saw :
"Persiapkanlah doa untuk menghadapi bencana." (HR. ath-Thabrani).
Sesungguhnya doa adalah alat untuk menolak bencana dan mendatangkan rahmat, sebagaimana perisai adalah untuk menangkis senjata, dan air sebagai sebab untuk tumbuh dan keluarnya biji-bijian dari tanah. Sebagaimana perisai akan menolak senjata, maka keduanya saling membela diri, maka begitulah doa dan bencana. Dan bukan termasuk menyadari takdir orang yang kemudian tidak membawa senjata.
2. Sedekah
Sedekah dapat menolak bencana. Karena ada hadist Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Ali, bahwa Rasulullah saw bersabda :
"Sedekah dapat merubah takdir yang mubram (yang pasti)". (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)
Asal hadits tersebut diatas adalah:
"Silahturahmi dapat memperpanjang umur, dan sedekah dapat merubah takdir yang mubram"
3. Tasbih
Bacaan tasbih dapat mencegah terjadinya bencana, karena ada hadits yang diriwayatkan Ibn Ka'ab, dari Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda :
"Subhanallah dapat mencegah turunnya azab".
Hal ini juga ditunjukan oleh firman Allah SWT, tentang Nabi Yunus as :
"Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan," (QS. ash-Shaffat : 143 - 144).
Tafsir dari QS. ash-Shaffat : 143 - 144 artinya :
Seandainya ia tidak termasuk orang-orang yang mengingat Allah, dan termasuk orang-orang yang menyucikan-Nya, meninggikan-Nya dan memohon ampun kepada-Nya, niscaya perut ikan tersebut akan menjadi kuburannya. Akan tetapi dengan bacaan tasbih, dzikir dan permohonan ampunnya telah membebaskannya dari kesedihan. Tasbihnya sebagaimana yang diceritakan sendiri oleh Allah SWT dalam firman-Nya :
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak Tuhan ( yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim," (QS. al-Anbiya': 87).
Kemudian bahwa Allah setelah itu berfirman :
"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. al-Anbiya' :88)
Dalam riwayat lain dari Sa'd ibn Abi Waqqash, Rasulullah saw bersabda :
"Maukah kalian kuberitahu suatu doa, yang jika kalian memanfaatkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu?. Para sahabat menjawab: " Ya, wahai Rasulullah." Rasul bersabda: "Yaitu, doa Dzun Nun : La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin (tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk di antara orang-orang yang zhalim)." (HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan al Hakim)
4. Shalawat Untuk Rasulullah SAW
Sebagian orang saleh berkata : Sesungguhnya diantara sebab terbesar yang dapat menolak takdir dan melenyapkan keruwetan hidup adalah banyak membaca shalawat untuk Rasulullah saw. Karena sesungguhnya banyak membaca shalawat untuk beliau termasuk perantara yang berguna untuk keamanan dari segala ketakutan dan mendapat penghargaan dari Allah dengan ketinggian derajat di Surga.
Adapun dalil yang menguatkan argumentasi ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay ibn Ka'b, bahwa seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala shalawatnya untuk Rasulullah saw, maka Beliau berkata kepada orang tersebut :
"Jika begitu, lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni." (HR. Imam Ahmad, ath-Thabrani)
Shalawat atas Nabi saw, adalah wajib menurut kesepakatan ulama (Ijma'), karena adanya firman Allah SWT :
"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya," (QS. al-Ahzab : 56)
Shalawat dari Allah SWT adalah rahmat, Shalawat dari Malaikat adalah permohonan ampun. Sedangkan Shalawat dari orang mukmin adalah doa. Rasulullah saw bersabda :
"Setiap doa terhijab di bawah langit. Ketika Shalawat telah datang mengantarnya, maka doa itu akan naik."
Dilain pihak, Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa membaca shalawat untukku satu kali, Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali."
5. Taqwa
Sesungguhnya taqwa adalah penyebab terkuat untuk mendatangkan kebaikan dan menolak bencana dengan tanpa disangka-sangka. Allah SWT berfirman :
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberikan rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya," (QS. ath-Thalaq : 2-3).
Tafsir jalan keluar yaitu dari kesulitan dan kesedihan dunia dan akhirat. Tafsir rizki dari arah yang tiada disangka-sangka yaitu memberi rizki dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.
Taqwa adalah melaksanakan ketaatan-ketaatan dan menjauhi maksiat. Siapa yang telah melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan, maka itulah hal terbesar yang dapat membukakan pintu kebahagian di dunia dan akhirat.
6. Memperbanyak Istighfar
Allah SWT berfirman :
"Maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai," (QS. Nuh : 10-12).
Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa, Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa menetapi istigfar, maka Dia akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kebebasan dari setiap kesedihan, dan Dia akan memberinya rizki dari arah yang tidak diperhitungkannya," (HR. Abu Daud, Ibn Majah dan Imam Ahmad).
Diceritakan bahwa seseorang telah mengadukan tentang paceklik dan kekeringan kepada Hasan al-Bashri, maka beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."
Orang lain mengadukan tentang kemiskinannya kepada beliau, beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."
Satunya lagi datang mengadukan tentang masalah kebunnya yang ditimpa kekeringan. Beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."
Yang lain lagi datang kepada beliau mengadukan masalah kemandulannya. Beliau tetap menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."
Kemudian beliau membacakan ayat tersebut (QS. Nuh : 10-12), kepada mereka.
Disadur dari buku : Prilaku yang dapat memperpanjang umur dan merubah takdir, oleh Ahmad Baghlabah.
Langganan:
Postingan (Atom)